‘Jet Lag’ Berpindah Ke ArcGIS Pro : Beberapa Pengalaman Klak-Klik

  • Multiple Layout

Mungkin ini salah satu peningkatan yang signifikan di ArcGIS Pro. Dejavu, setelah menghilang selama 20 tahunan, multiple layout alias layout banyak ada lagi, terakhir fasilitas ini adanya di ArcView GIS. Di ArcGIS Pro kini pengguna memungkinkan membuat beberapa seta data peta (map) dan kemudian memisahkannya masing-masing ke dalam layout yang berbeda pula.

  • 64 Bit

Lintasbumi tidak tahu pasti apakah memang demikian adanya apakah ada ArcGIS Pro versi 32 Bit nya juga. Tapi yang jelas dari 2 master install ArcGIS Pro yang diperoleh Lintasbumi, tidak ada keterangannya apakah 32 atau 64 bit, yang jelas begitu diinstal di Windows, langsung berada di folder default 64 bit. Sementara kalau ArcGIS Desktop hanya ada versi 32 bit saja.

  • Ukuran File

Jika dikomparasi ukuran aplikasi ArcGIS Pro setelah dinstal lebih besar dari ArcGIS Desktop, artinya dia memakan banyak hardisk. Untuk ArcGIS versi 2.6 saja ukurannya sekitar 3,79 GB, bandingkan dengan ArcGIS Desktop 10.8.1 yang ‘hanya’ 2,5 GB. Itu belum ditambah Data Interoperability yang bisa nambah sekitar 3.5 GB lagi. Banyak makan tempat ya ArcGIS Pro!

  • Help Nya Terpisah

Sedikit agak menyebalkan juga sih, bayangkan biasanya kalau kita tidak tahu suatu tool di ArcGIS Desktop, kita tinggal klik ikon tanda tanya atau Help, dan langsung muncul keterangannya. Nah kalau di ArcGIS Pro ternyata si Help nya ini harus online, bawaannya tidak ada. Tapi sebetulnya menu Help ini bisa juga offline, hanya saja installer nya terpisah tidak bareng dengan master ArcGIS Pro nya, repot juga ya!.

Baca Juga : Kesampaian Juga Nyobain ArcGIS Pro Untuk Unduh Data



  • No Personal Geodatabase

Yap, ini yang juga aneh sebetulnya. Di ArcGIS Pro ternyata sudah tidak support lagi personal geodatabase. Jadi secara otomatis tidak bisa membukanya (add data), apalagi menyajikannya. Mungkin saja memang personal geodatabase ke depannya tidak akan lagi dipakai di keluarga produk ESRI.

  • No Zoom / Editor Icon

Ini nih yang bikin rada repot di awal-awal membuka ArcGIS Pro. Biasanya kalau di ArcMap pas awal sesudah install saja langsung muncul toolbar Tools, di mana di dalamnya sudah ada icon untuk zoom in/zoom out/extent. Kalau di ArcGIS Pro defaultnya harus mengandalkan scroll mouse untuk itu, icon zoom in/out dan teman-temannya baru bisa dimunculkan lewat modifikasi quick access toolbar. Begitupun icon edit, harus diaktifkkan dari option dulu icon Start Edit nya.

  • No Extension

Kalau di ArcMap, beberapa toolbar atau toolbox seperti 3D Analyst, Tracking Analyst, ArcScan, dan sebagainya ada yang memerlukan lisensi terpisah (extension) yang harus diaktifkan secara manual di menu customize. Di ArcGIS Pro hal tersebut tidak diperlukan lagi, begitu install (misal ada tambahan) maka secara otomatis akan aktif toolbar atau toolbox nya.

  • Temporary Layer

Mirip dengan QGIS, beberapa tools di ArcGIS Pro memungkinkan penggunanya menghasilkan layer temporer jadi tidak makan hardisk.

  • Blend Layer

Nah ini nih yang baru, sayangnya baru ada di ArcGIS Pro versi 2.7 ke atas. Fasilitas ini memungkinkan untuk membuat tampilan warna 2 layer atau lebih diblend atau dilebur. Sebagai contoh biasanya jika tampilan shp ingin keren, dibuatlah background dengan data hillshade lalu data shp sedikit ditransparansi dan tampilan peta jadi terlihat hilly atau bertopografi. Di ArcGIS Pro ada cara yang lebih simpel, buat background hillshade tapi temporary layer lalu klik shp, pada tab appearance ada tools blend, nah di pilihan blend itu bisa berkreasi berbagai macam blending warna mulai screen, multiple, dan lainnya.

  • Belum bisa Convert Graphic to Feature

Itu yang ditemui sejauh ini sampai ArcGIS Pro 2.8. Fasilitas Convert Graphic to Feature ini padahal memudahkan pembuatan shp juga, mungkin di ArcGIS Pro selanjutnya baru ada.

  • Legenda grafik yang ditingkatkan

Pada ArcGIS Pro ini legenda grafik mengalami peningkatan yaitu adanya legenda berdasarkan ukuran grafik (size), baik itu di pie chart, bar, ataupun stack.

  • Akses Catalog lebih lambat dari ArcMAP

Entah karena spek komputer atau apa, tapi yang jelas untuk membuat koneksi ke folder dan juga berpindah-pindah folder pada Catalog, rasanya di ArcGIS Pro malah lebih lambat dari Catalog di ArcMap. Hal lain di catalog ArcGIS Pro ini adalah setiap project baru maka koneksi-koneksi foldernya juga harus baru lagi.



About Lintas Bumi 138 Articles
Lintas Bumi adalah blog berbagi info, trik, dan data seputar dunia informasi geospasial baik nasional ataupun global.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*