Pengalaman Kuliah Di Magister Ilmu Perencanaan Wilayah (PWL) IPB (Bagian Akhir)
Pragmatis VS Teoritis
Hal yang menjadi motivasi Lintasbumi mengambil kuliah di PWL IPB adalah satu karena kampus IPB dekat rumah jadi enggak perlu ongkos banyak. Yang kedua sih agak-agak idealis yaitu mencoba mendiskursuskan, mengkomparasi isu-isu riil pembangunan berdasarkan pengalaman Lintasbumi bekerja dengan teori-teori perencanaan dan pembangunan yang ada di dunia akademis. Menurut Lintasbumi hal itu perlu karena dunia kerja biasanya terlalu asyik dengan hal-hal yang pragmatis, yang kadang menimbulkan keraguan apakah yang dilakukan pragmatis tadi masih di jalan yang ‘lurus’ atau sudah benar-benar menyimpang dari ilmu yang sebenarnya. Atau jangan-jangan ada metode atau pendekatan lain yang lebih baik tapi Lintasbumi belum tahu. Maklum Lintasbumi juga bergelut menjadi seorang peneliti cabutan di IPB, dan banyak menemui metode dan istilah-istilah baru yang membuat puyeng tapi diperlukan di suatu pekerjaan.
Pendekatan pragmatis memang sah-sah saja sih menurut Lintasbumi, bukan masalah salah dan benar, itu hanya pilihan. Setelah kuliah akhirnya Lintasbumi menjadi tahu bahwa ada beberapa teknik (pragmatis) yang sering digunakan dalam mengerjakan sebagian besar kerja-kerja perencanaan wilayah (baca: proyek) yang pernah terlibat, banyak yang tidak sejalan dengan khittah atau dasar ilmunya, bahkan mugkin melenceng jauh. Walaupun selama ini sih tidak pernah ada komplain terkait metode dan hasil analisis di laporan proyek. Itu artinya pragmatis selama masih diterima maka tidak masalah, bahkan terkadang menjadi win-win solution khususnya di kala sudah mepet harus membuat laporan proyek.
Contoh pragmatis di proyek adalah maunya sih menggunakan suatu metode sesuai ketentuan proyek, tapi datanya tidak ada atau kurang lengkap, atau kalaupun ada datanya kurang memenuhi syarat ideal. Akhirnya metode itu tidak digunakan, dan digunakanlah metode lain yang menyerupai atau mengakali data yang ada yang penting output ada. Diskursus atau komparasi ini banyak dicerahkan di kuliah semester 2 atau 3.
Itu beberapa hal yang Lintasbumi rangkum dari 3,5 tahun nyantri ilmu perencanaan wilayah di magister PWL IPB. Kuliah di PWL merupakan suatu masa pencerahan yang luar biasa dalam 10 tahun terakhir karir Lintasbumi. Sebetulnya banyak hal lain yang menarik untuk dishare, sayangnya tidak semuanya bisa dijelaskan di posting-an ini karena terbatas kuota, waktu, dan tenaga.
Last, materi-materi dan metode-metode kuliah PWL yang sifatnya digital (memakai software beserta datanya) sampai saat ini masih Lintasbumi simpan karena ternyata terbukti digunakan di dunia kerja Lintasbumi, PWL IPB memang top dah.
Baca juga : Pengalaman kuliah ilmu perencanaan wilayah bagian 3
Kebutuhan Perencana (Wilayah dan Kota) Di Dunia Kerja
Sebagai penutup Lintasbumi Lintasbumi hanya ingin mengatakan bahwa bidang pekerjaan di ilmu ini luas, prospektif. Pengalaman Lintasbumi di dunia per-proyek-an atau per-konsultan-an memperlihatkan bahwa bidang dan keahlian dalam perencanaan wilayah dan kota selalu saja muncul atau dibutuhkan. Kebutuhan seorang ahli perencana wilayah itu hampir terdapat di semua level pemerintah dari pusat sampai daerah. Coba saja anda cek situs LPSE kementerian/lembaga atau pemerintah daerah, pasti ada saja kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan keahlian atau bidang perencanaan wilayah dan kota, setiap tahun!
Artinya pangsa pasar untuk keahlian perencana wilayah dan kota selalu terbuka dan ada terus, entah itu yang sifatnya pekerja tetap ataupun temporer seperti proyek. Namun tingkat persaingan untuk memasuki kuliah (sarjana) perencanaan wilayah dan kota di perguruan tinggi juga cukup ketat, perlu usaha keras dan strategi jitu untuk bisa lolos. Sementara kalau didunia kerja khusunya konsultan, keahlian perencana wilayah dan kota juga sebaiknya dilengkapi dengan sertifikasi keahlian dan aktif menjadi anggota organisasi profesional perencana dan yang lainnya (IAP, MAPIN, IGI, dan lain-lain) atau networking serta sharing info peluang. Sertifikasi bisa meningkatkan kredibiltas dan take home pay juga meningkat.
Selamat, Mas!
Alhamdulillah sy dapat rejeki lanjut kuliah S2 PWL di IPB juga. Mahasiswa per 13 Agustus 2021 ini.
Beasiswa dari Bappenas, digeber 1.5 tahun harus selesai :-/
Mohon bantuan dan pesan dari Mas sbg alumni jika diperlukan 🙂
Mohon doanya juga
Amin mas, Insya Allah kalau jalur Bappenas sih pasti tepat waktu :-). Selamat kuliah di PWL.
Terkait bahan/materi kuliah yg Mas simpan
Kalau berkenan bolehkah sy meminta bahan/materi tsb?
Utk bahan belajar sy
Sayang hardisk external saya tahun kemarin error, semua materi tsb ada di situ dan tidak terselamatkan, mohon maaf.
Keren mas tulisannya!
Saya berminat untuk melanjutkan studi magister saya di PWL IPB dengan biaya pribadi, dilihat dari tulisan mas diatas. Apakah mungkin jika kita join proyek prof untuk thesis mengurangi budget? atau apakah dalam hal penyelesaian survey membutuhkan biaya yg tinggi mas? terima kasih
Semoga lolos dan bisa kuliah di pwl dengan lancar. Kreatif saja nanti ketika kuliah misal deketin dosen, siapa tahu bisa diajak project yang bisa dijadikan tesis. Data-data bahan tesis bisa juga dikumpulkan selagi kuliah biar ringan.
kalau yg freshgraduate dari arsitektur dan berminat mengambil keilmuan ini kira-kira hal2 awal yg harus dipelajari untuk pemanasan sblm masuk kelas apa saja ya?
Pada dasarnya dari keilmuan apapun bisa masuk pwl. Beberapa teman mimin dulu ada juga yang backgroudnya arsitek, ekonomi. Yang jelas punya dasar statistik dan sig/inderaja akan membuat lebih tokcer ketika kuliah.