Spatial Multi Criteria Evaluation AKA Overlay Terbobot

Bagaimana Langkah Melakukan Weighted Overlay?

Berikut adalah langkah-langkah melakukan analisis overlay terbobot di ArcGIS;

1. Pertama tentu saja adalah tampilkan semua shp yang akan digunakan pada analisis, disarankan semua shp dalam proyeksi UTM karena satuan nya meter agar mempermudah konversi ke raster. Pastikan semua klasifikasi di masing-masing shp sudah dilakukan juga skoring.

2. Konversi masing-masing shp menjadi raster, dengan pixel size menyesuaikan kebutuhan, pada kasus ini diisikan 30 meter mengikuti citra Landsat.

3. Berikut adalah contoh kasih konversi raster nya, di mana sekarang semua klasifikasi data sudah berubah hanya menjadi hanya angka skor saja.

4. Jalankan tools Weighted Overlay yang ada di toolbox Spatial Analyst.

Masukan masing-masing raster hasil konversi melalui klik tanda + di kanan atas. Setelah dimasukan, rubah masing-masing % influence raster sesuai yang telah ditentukan, sampai totalnya 100 (%). Jika disesuaikan rumus SMCE maka bobot faktor pada contoh kasus ini menjadi (40 x Lereng) + (30 x Curah hujan) + (20 x Jenis Tanah) + (10 X Penggunaan Lahan).

Untuk evaluation scale nya silahkan anda pilih dari yang sudah ada ataupun membuat sendiri, dalam contoh ini lintas bumi memasukan sendiri From 1 To 10 by 1 dengan harapan hasilnya adalah 5 kelas dari angka 1 – 5 (Sangat Rendah sd Sangat Tingggi).  Beri nama output raster file nya sebagai .tif atau .img di bagian paling bawah. Klik OK.

Sebelum di OK, anda juga bisa menyimpan terlebih dulu (save) input dan setting an yang telah ditentukan untuk jaga-jaga jika setting an ini belum sesuai yang diharapkan, simpan menjadi sebuah file .txt.




5. Hasil nya adalah seperti berikut. Muncul raster dengan skala 1 – 5 sesuai yang diingkan. Jika kelas nya belum sesuai maka anda bisa ulang lagi dengan membuka (load) file .txt yang telah disimpan tadi dengan merubah Evaluation Scale nya dan membuat output raster file baru atau replace yang tadi.

6. Rubah file raster hasil kembali menjadi shp, lalu lakukan join antara shp hasil konversi dengan (sebuah file) pengkelasan yang anda tentukan. Misalnya lintas bumi membuat sebuah file .txt kelas.

7. Berikut ini adalah hasil analisis overlay terbobot tadi. Metode overlay terbobot ini banyak digunakan untuk membuat peta kesesuaian untuk suatu komoditas, kemampuan lahan atau tujuan tertentu seperti kerentanan bencana dan seterusnya. Tentu saja tidak ada metode yang sempurna, ini hanyalah salah satu pendekatan dalam analisis spasial yang bisa menjadi pilihan anda.

Selain dalam bentuk raster, overlay terbobot juga sudah dilakukan dalam bentuk shp langsung, di mana dalam atribut masing-masing shp faktor di buat dan isi 3 kolom baru yaitu skor, bobot, dan hasil perkalian bobot x skor. Lakukan overlay biasa (union atau intersect), lalu buat kolom baru di hasil union misal namanya rating. Kolom rating ini isinya adalah penjumlahan masing-masing total skor x bobot masing-masing faktor. Setelah itu barulah dilakukan pengkelasan seperti di atas secara manual. Selamat mencoba.



About Lintas Bumi 138 Articles
Lintas Bumi adalah blog berbagi info, trik, dan data seputar dunia informasi geospasial baik nasional ataupun global.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*