Adapun secara teknis cara menganalisis perubahan penutupan lahan yang sederhana dalam SIG adalah menggunakan overlay melalui tools Union atau Intersect, dan query data base atribut. Bisa juga kemudian dipercantik dengan grafik misal melalui excel (diinsert dalam Layout).
Berikut ini akan dijelaskan caranya menggunakan ArcGIS (tentunya di QGIS atau yang lainnya pun bisa), data yang digunakan yaitu peta penutupan lahan KLHK tahun 2015 dan 2020 yang diClip wilayah Kabupaten Kuningan.
1. Siapkan 2 shp penutupan lahan (atau penggunaan lahan) tahun yang bebeda
2. Pastikan data di atribut tabel di masing-masing shp nya jelas, terutama tentunya informasi (kolom) jenis penutupan lahan. Untuk mempermudah analisis beri nama kolom menyertakan tahunnya.
3. Lakukan perintah overlay bisa melalui Union atau Intersect, masukan kedua shp penutupan lahan sebagai inputnya. Untuk nama file output shp nya beri nama yang sesuai kebutuhan, termasuk jika tipenya harus feature class dalam sebuah geodatabase.
4. Berikut ini adalah ilustrasi shp hasil union penutupan lahan beserta dengan atribut yang ada di dalamnya.
5. Buat tiga kolom baru (add field) di dalam tabel atribut hasil union yaitu Perubahan (tipe : string / text) dan Luas_Ha (tipe : double), dan Status (tipe : string / text). Pertama untuk kolom Luas_Ha lakukan perintah Calculate Geometry untuk menghitung luas masing-masing poligon hasil Union tadi, pilih satuan yang umum yaitu Hectares.
6. Lalu untuk di kolom Perubahan lakukan perintah Field Calculator, double klik kolom LC2015 dan LC2020 agar masuk ke isi Field Calculator. Gunakan Parser default (VB Script), lalu di antara kedua kolom masukan &” –> “& sehingga menjadi [LC2015] &” –> “& [LC2015] (disarankan memakai spasi). Maksudnya adalah nantinya untuk mengisi kolom Perubahan dengan dari tipe penutupan lahan 2015 ke tipe penutupan lahan 2020 pada poligon yang beroverlay, misal Sawah –> Permukiman ( –> bisa juga diganti dengan kata misal menjadi).
Sehingga nantinya menjadi seperti berikut. Nampak ada penutupan lahan tahun 2020 yang kosong sedangkan di tahun 2015 ada. Hal tersebut karena kondisi datanya memang demikian (abaikan). Jika anda mempraktekan sendiri usahakan data penutupan atau penggunaan lahannya yang lengkap (100% beroverlay).
7. Untuk kolom Status, pertama lakukan perintah Select By Attribute, di mana pilih (double klik kolom LC2015 dan LC2020 dan tambahkan = di antaranya) menjadi “LC2015” = “LC2015”. Maksudnya di sini adalah memilih penutupan lahan 2015 yang sama dengan 2020 atau dengan kata lain nanti statusnya Tetap alias Tidak Berubah. Setelah terpilih lalu klik Apply. Setelah klik Apply akan terhilite baris-baris (poligon) yang sesuai kriteria tadi.
8. Selanjutnya pada kolom Status lakukan perintah Field Calculator, ketikan “Tetap”, klik OK. Baris di mana tipe penutupan lahan 2015 dan 2020 sama. maka kini akan terisi Tetap.
9. Lalu lakukan Switch Selection alias pilih yang sebaliknya, di mana kini yang terpilih adalah baris-baris di mana tipe penutupan lahan 2015 dan 2020 tidak sama. Bisa juga pada Select By Attribute, di mana pilih atau ketikan Not “LC2015” = “LC2015″B. Setelah terpilih selanjutnya pada kolom Status lakukan perintah Field Calculator, ketikan “Berubah”, klik OK.
Seperti nampak di bawah maka kini akan terlihat jelas mana penutupan lahan yang berubah dan tidak selama kurun waktu 2015 – 2020.
Kemudian tampilan shp hasil overlay kita modifikasi misalnya diQuery Builder hanya menampilkan yang statusnya Berubah saja. Lalu disymbologykan agar nampak lebih jelas mana-mana saja poligon atau penutupan lahan yang berubah, dan dari tipe penutupan lahan apa menjadi apa, seperti nampak di bawah ini. Ini sudah bisa menjadi bahan untuk melakukan layout peta perubahan penutupan lahan.
10. Langkah selanjutnya biasanya lebih ke analisis tabulasi, biasanya mengekspor tabel atribut shp hasil union atau overlay menjadi file excel. Lalu menganalisis menggunakan pivot tabel sesuai keperluan. Bisa juga mengoverlaynya lagi dengan shp lain misal dalam contoh ini dengan batas kecamatan atau desa, sehingga bisa menganalisis perubahan penutupan lahan di masing-masing kecamatana atau desa.
Misalkan dengan pivot dan dibuat grafik bisa dianalisis mana-mana saja penutupan lahan di tahun 2015 yang mengalami perubahan, dalam kasus ini Pertanian Lahan Kering dan Hutan Tanaman (hutan rakyat / kebun) adalah yang paling banyak mengalami perubahahan. Nampak di gambar berikut.
Lalu dari yang perubahannya dominan (Pertanian Lahan Kering dan Hutan Tanaman 2015) tersebut dibuat grafik lagi masing-masing menjadi apa saja di tahun 2020, seperti nampak pada contoh pivot dan grafik berikut.
11. Variasi untuk ilustrasi laporan bisa juga seperti dibentuk dalam layout seperti ini.
Demikian cara sederhana melalui ArcGIS (dan juga sebenarnya tentu bisa dilakukan di software SIG lainnya seperti QGIS) untuk melakukan analisis perubahan penutupan ataupun penggunaan lahan.
Izin bertanya pak shp tutupan lahan tingkat desa ada nda??