Raster Dengan Tabel Atribut, Kenapa Tidak?

Efisiensi Manajemen Data Geospasial

Mengapa repot-repot menggunakan RAT? Jawabannya sederhana: efisiensi. RAT memungkinkan Anda menyimpan dan mengelola data atribut tanpa mengubah struktur raster asli. Anda tidak perlu membuat file tambahan atau mengedit nilai piksel. Cukup dengan join tabel sederhana, raster Anda bisa “berbicara” dalam bahasa yang lebih manusiawi.

Selain itu, RAT memungkinkan komputasi statistik cepat. Anda bisa langsung mengetahui berapa luas total area dengan nilai tertentu (dengan mengalikan Count dengan luas satu piksel), atau membuat laporan statistik tanpa perlu konversi ke vektor terlebih dahulu . Ini sangat berguna saat Anda bekerja dengan data spasial berskala besar di mana konversi raster-ke-vektor bisa memakan waktu dan sumber daya komputasi yang tidak sedikit.




Membersihkan Ruang Kerja: Menghapus RAT yang Tidak Terpakai

Seperti file sementara lainnya, RAT kadang perlu dibersihkan. Mungkin Anda sudah selesai dengan analisis tertentu, atau mungkin Anda menerima data raster dari orang lain yang memiliki RAT usang. Atau bisa juga Anda perlu menghapus RAT untuk mengurangi ukuran file atau menyederhanakan struktur data.

ArcMap menyediakan tool khusus untuk ini: Delete Raster Attribute Table. Caranya:

  • Buka ArcToolbox > Data Management Tools > Raster > Raster Attribute Table > Delete Raster Attribute Table.
  • Pilih raster yang ingin dihapus RAT-nya.
  • Klik OK.

Tool ini akan menghapus tabel atribut yang terkait dengan raster, mengembalikannya ke keadaan “tanpa atribut” . Perlu diingat bahwa tool ini hanya berfungsi untuk raster single-band . Setelah dihapus, Anda bisa selalu membuat ulang RAT nanti jika diperlukan.




Kelebihan dan Kekurangan Raster Attribute Table
1. Kelebihan Raster Attribute Table
  • Efisiensi penyimpanan: Menyimpan atribut berdasarkan nilai unik, bukan per piksel, sehingga sangat hemat ruang untuk raster dengan jumlah kelas terbatas.
  • Memperkaya data tanpa modifikasi struktural: Anda bisa menambahkan deskripsi, klasifikasi, atau informasi lain tanpa mengubah nilai asli piksel.
  • Memungkinkan join dengan tabel eksternal: Membuka pintu untuk integrasi data dari berbagai sumber, seperti tabel statistik, data survei, atau database eksternal.
  • Mempercepat analisis dan query: Karena jumlah baris terbatas, query berbasis atribut berjalan sangat cepat.
  • Memfasilitasi konversi raster-ke-vektor: Atribut non-numerik dapat dipertahankan selama proses konversi jika join telah dilakukan sebelumnya.
2. Kekurangan Raster Attribute Table
  1. Terbatas untuk data integer: RAT tidak bisa dibuat untuk raster floating point, yang mencakup banyak data kontinu seperti DEM, suhu, atau curah hujan .
  2. Bukan atribut per-piksel: Jika Anda benar-benar membutuhkan informasi unik untuk setiap piksel (misalnya ID unik atau nilai spesifik), RAT tidak bisa memenuhinya.
  3. Potensi kebingungan konseptual: Banyak pengguna baru keliru menganggap RAT sebagai tabel atribut “biasa”, lalu bingung mengapa jumlah barisnya tidak sesuai dengan jumlah piksel .
  4. Tidak semua format raster mendukung: Beberapa format raster mungkin memiliki keterbatasan dalam menyimpan RAT, meskipun format utama seperti Grid, TIFF, dan IMG umumnya mendukung dengan baik.
  5. Harus dijaga konsistensinya: Jika Anda mengedit nilai piksel raster, RAT tidak otomatis memperbarui diri. Anda perlu menjalankan ulang tool Build Raster Attribute Table.




About Lintas Bumi 138 Articles
Lintas Bumi adalah blog berbagi info, trik, dan data seputar dunia informasi geospasial baik nasional ataupun global.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*