Raster Dengan Tabel Atribut, Kenapa Tidak?

Membangun Raster Attribute Table: Termasuk untuk Format TIFF

Membangun RAT di ArcMap sangatlah mudah, asalkan raster Anda memenuhi satu syarat utama: tipe piksel harus berupa integer (bilangan bulat). Jika raster Anda menggunakan tipe floating point (desimal), tool ini tidak akan berjalan.

Berikut langkah-langkahnya:

  1. Buka ArcToolbox > Data Management Tools > Raster > Raster Attribute Table > Build Raster Attribute Table.
  2. Input raster: Pilih raster dataset Anda—baik itu format ESRI Grid, GeoTIFF, IMG, atau format lain yang didukung ArcGIS .
  3. Opsi Overwrite: Anda akan melihat opsi Overwrite (Opsional). Jika Anda memilih “Overwrite”, tabel yang sudah ada akan dihapus dan diganti dengan yang baru. Jika tidak, tabel yang sudah ada akan diperbarui tanpa menghapus kolom tambahan yang mungkin sudah Anda buat sebelumnya .
  4. Klik OK.

 

Menyatukan Data: Join Tabel dengan Raster Attribute Table

Setelah RAT terbentuk, Anda mungkin bertanya: “Apa gunanya tabel kecil ini?” Di sinilah keajaiban dimulai. Anda dapat melakukan join antara RAT dengan tabel eksternal, persis seperti yang Anda lakukan pada data vektor!

Bayangkan Anda memiliki raster penggunaan lahan dengan nilai 1, 2, 3 yang masing-masing mewakili “Pemukiman”, “Sawah”, dan “Hutan”. Tentu Anda tidak ingin selalu mengingat kode angka tersebut. Dengan memiliki tabel referensi yang berisi deskripsi kelas, Anda bisa menggabungkannya dengan RAT.




Caranya:

  1. Klik kanan layer raster di Table of Contents.
  2. Pilih Joins and Relates > Join.
  3. Pada kotak dialog yang muncul:
    • Pilih field yang akan menjadi dasar join dari RAT (biasanya kolom Value).
    • Pilih tabel yang akan di-join (bisa tabel dBASE, tabel geodatabase, atau tabel lain misal csv/xls).
    • Pilih field dari tabel luar yang menjadi kunci join.
  1. Klik OK .

Setelah join berhasil, Anda akan melihat kolom-kolom baru dari tabel eksternal muncul di RAT Anda. Anda bahkan bisa melakukan kalkulasi, query, atau simbolisasi berdasarkan kolom hasil join tersebut. Dengan kata lain, raster Anda kini memiliki “atribut” yang kaya tanpa harus mengubah nilai piksel aslinya.




Dari Raster ke Vektor: Membawa Atribut Non-Numerik dalam Konversi

Salah satu keuntungan terbesar memiliki RAT yang kaya informasi adalah saat Anda perlu mengkonversi raster menjadi data vektor. Umumnya, tool konversi seperti Raster to Polygon atau Raster to Polyline hanya membawa nilai piksel (biasanya dalam kolom GRID_CODE) ke dalam tabel atribut vektor hasil konversi.

Namun, setelah Anda melakukan join tabel ke RAT, kolom-kolom non-numerik (seperti teks deskripsi) menjadi “melekat” pada nilai piksel. Saat Anda mengkonversi raster tersebut menjadi vektor, kolom-kolom ini secara otomatis ikut terbawa ke dalam tabel atribut vektor baru Anda! Proses ini secara dramatis mengurangi pekerjaan manual yang sebelumnya diperlukan untuk menggabungkan kembali atribut setelah konversi.

Jika Anda ingin mengkonversi setiap piksel menjadi poligon individual (misalnya untuk analisis yang memerlukan geometri tepat), Anda bisa menggunakan kombinasi tool Raster to Point untuk membuat titik dari setiap pusat piksel, lalu Create Fishnet dengan ukuran sel yang sama dengan raster, dan terakhir Feature to Polygon untuk menghasilkan poligon yang mewakili setiap piksel . Dengan adanya RAT yang telah diperkaya melalui join, atribut deskriptif akan tetap terjaga sepanjang proses ini.




About Lintas Bumi 138 Articles
Lintas Bumi adalah blog berbagi info, trik, dan data seputar dunia informasi geospasial baik nasional ataupun global.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*