Pasti Anda merasa frustasi ketika peta lereng yang Anda buat dari data DEM justru dipenuhi oleh efek “gigi gergaji” yang mengganggu? Garis kontur yang seharusnya terlihat natural malah terlihat patah-patah dan tidak realistis, seolah lanskapnya dipotong kasar. Masalah klasik dalam konversi dari raster ke vektor inilah yang sering merusak analisis dan visualisasi geospasial kita. Biasanya, kita tergoda untuk menggunakan tool “smoothing” atau pemulusan biasa. Namun, cara itu seringkali menjadi pisau bermata dua; efek bergerigi mungkin berkurang, tetapi justru mengorbankan akurasi geometris batas asli lereng tersebut, sehingga data hasilnya menjadi tidak lagi representatif.
Hal itu pun pernah dialami Lintasbumi, dan Lintasbumi mencari solusinya. Setelah berbagai riset tentunya beserta trial and error, akhirnya Lintasbumi menemukan algoritma alternatifnya. Dari algoritma tersebut kini Lintasbumi mempersembahkan Peta Lereng Skala 1 : 250.000 yang dirancang khusus untuk mengatasi masalah kelancaran hasil vektor tanpa mengorbankan integritas data. Peta ini Lintasbumi kemas dalam cakupan per provinsi di Indonesia, memudahkan Anda yang sudah menjadi member Lintasbumi untuk fokus pada area analisis yang spesifik.
Kualitas sebuah peta turunan sangat bergantung pada bahan bakunya. Untuk seri peta lereng ini, Lintasbumi memilih FABDEM (Forest And Buildings removed Copernicus DEM) sebagai fondasi. FABDEM bukanlah data DEM biasa, melainkan sebuah terobosan yang menawarkan model permukaan tanah yang “dibersihkan”. Data ini secara cerdas menghilangkan ketinggian artifisial yang disebabkan oleh bangunan dan vegetasi hutan, sehingga menghasilkan representasi bare-earth atau DTM (Digital Terrain Model) yang sangat baik. Lalu, bagaimana dengan DEMNAS yang kita banggakan? DEMNAS memang memiliki resolusi spasial yang sangat tinggi (8 meter), namun penting untuk dipahami bahwa DEMNAS pada dasarnya adalah DSM (Digital Surface Model). Artinya, ia merekam permukaan tertinggi yang terlihat, termasuk atap bangunan dan puncak pohon. Di sinilah letak keunggulan FABDEM; walaupun resolusi absolutnya (~30 meter) lebih rendah dari DEMNAS, sifatnya sebagai DTM yang sudah “bersih” membuatnya jauh lebih unggul untuk pemodelan permukaan tanah sebenarnya, mengalahkan tidak hanya DEMNAS tetapi juga dataset global lain seperti SRTM, ASTER GDEM, dan ALOS World 3D yang masih mengandung noise dari tutupan lahan.
Baca juga : Buat Garis Kontur Lebih Halus? Gini Caranya, No Smoothing Tools !
Algoritma Lereng Lintasbumi
Namun, memiliki data raster yang berkualitas saja tidak cukup. Konversi langsung ke vektor tetap akan meninggalkan jejak zig-zag yang tidak diinginkan. Di sinilah keunikan dari peta lereng Lintasbumi hadir. Kami tidak mengandalkan konversi standar. Data FABDEM yang sudah terpilih ini kemudian kami olah dengan sebuah algoritma khusus khas Lintasbumi yang dirancang untuk meminimumkan efek “gergaji” pada hasil konversi raster-to-vector sampai tinggal 5 – 10% saja. Algoritma ini bekerja dengan pendekatan yang lebih cerdas daripada sekadar pemulusan biasa, dengan memperhatikan konteks topografi sekitarnya sehingga batas-batas polygon lereng yang dihasilkan menjadi lebih natural, halus, dan tetap mempertahankan karakteristik medan yang esensial, disertai generalisasi untuk peta skala 1:250.000 (skala provinsi).
Data akhir yang kami hasilkan telah dikemas dalam format Shapefile (SHP) yang praktis dan kompatibel dengan berbagai perangkat lunak SIG. Di dalamnya, informasi kemiringan lereng telah diklasifikasikan ke dalam kelas-kelas yang lazim digunakan untuk perencanaan, yaitu dalam satuan persen (%) dengan pembagian < 8% (datar hingga landai), 8% – 15% (landai hingga agak miring), 15% – 25% (miring), 25% – 40% (agak curam), dan > 40% (curam). Klasifikasi ini memudahkan Anda dalam melakukan analisis kesesuaian lahan, identifikasi kerawanan bencana, maupun perencanaan tata ruang, dengan batas-batas area yang telah dihaluskan untuk visualisasi yang lebih profesional.
Bagi Anda para praktisi, peneliti, dan akademisi yang menghargai akurasi dan estetika dalam peta tematik, data ini dapat diunduh secara eksklusif oleh Member Lintasbumi tipe Penuh atau Advance secara gratis sesuai kuota yang tersedia. Manfaatkan kuota unduh data Anda untuk mendapatkan dataset istimewa per provinsi ini, serta akses ke dataset berkualitas lainnya di repository kami. Member Lintasbumi juga bisa memesan pada skala lebih detil (paling detail 1 : 60.000) yang bisa digunakan untuk pelengkap peta tata ruang, lingkungan, atau penelitian. Khusus data tersebut bisa dipesan melalui menu Xpasial dengan biaya tersendiri
Dengan demikian, perjalanan membuat peta lereng yang ideal menemukan titik temunya. Melalui kombinasi antara fondasi data DTM (FABDEM) yang unggul dan algoritma pemrosesan khusus yang cerdas, kami menghadirkan peta lereng skala 1:250.000 (skala provinsi) yang tidak hanya informatif tetapi juga visualnya lebih elegan. Sudah siap untuk merasakan bedanya? Lihat sendiri bagaimana peta ini dapat meningkatkan kualitas pekerjaan Anda. Upgrade keanggotaan Anda menjadi Member Penuh atau Advance untuk mengunduh data ini, dan jangan ragu untuk berbagi pengalaman atau pertanyaan Anda di kolom komentar.
#peta lereng indonesia