2. Topo to Raster
Topo to Raster adalah metode khusus yang dirancang khusus untuk pembuatan Digital Elevation Model (DEM) yang hidrologis benar. Yang membedakannya adalah kemampuan mengintegrasikan berbagai sumber data termasuk titik ketinggian, garis kontur, jaringan sungai, danau, dan batas cekungan. Algoritma ini menerapkan constraint khusus untuk memastikan bahwa aliran air pada DEM hasilnya konsisten dengan hukum drainase, menghilangkan cekungan tanpa outlet (sink) yang tidak realistis. Keunggulan utamanya tentu saja pada output DEM yang tidak hanya akurat secara geometris tetapi juga bermakna secara hidrologis. Metode ini menjadi pilihan wajib ketika bekerja dengan data topografi untuk aplikasi hidrologi, geomorfologi, atau analisis lansekap. Sejauh ini hanya ArcGIS yang menyediakan tools ini baik di ArcGIS Desktop ataupun ArcGIS Pro.
| Tipe Data yang Cocok | Kelebihan | Kekurangan |
| Data elevasi/topografi (kontur, titik tinggi, dan garis sungai). | Menghasilkan DEM yang lebih realistis secara hidrologis karena menjaga kesinambungan aliran air. | Secara eksklusif dirancang untuk data topografi dan elevasi; tidak cocok untuk data tematik lainnya. |
Mana yang terbaik untuk interpolasi DEM / Topografi?
Seperti sudah dijelaskan di awal bahwa tidak ada satupun metode interpolasi yang tepat 100% karena dia tetaplah hanya model, tapi berdasarkan penjelasan di atas dan juga pengalaman penulis jika diurutkan maka prioritas pilihan metodenya adalah;
1. Topo To Raster, jika sumber data berupa garis kontur
2. Kriging (Gaussian), jika sumber data adalah titik-titik pengukuran
3. Spline
4. Natural Neighbor
5. Inverse Distance Weighting (IDW)
Namun tentu saja urutan itu hanyalah opini, pilihan sesungguhnya adalah tergantung anda sendiri, bisa saja dicoba semua dan diambil mana output terbaik sesuai dengan kebutuhan anda. Jangan lupa fahami apa karakteristik data / output yang akan anda interpolasi.
Referensi
1. An overview of the Interpolation toolset
2. Comparing interpolation methods
3. Interpolating Surfaces in ArcGIS Spatial Analyst
4. Studi Komparasi Kriging dan IDW untuk Estimasi Spasial Bahan Organik Tanah (Jurnal Geomedia UNY)
5. An introduction to interpolation methods
Leave a Reply