3. Peta Kawasan Rawan Bencana Tsunami
Menurut ITIC (International Tsunami Information Center), Tsunami adalah serangkaian gelombang besar dengan panjang gelombang dan periode yang sangat panjang yang biasanya dihasilkan oleh gangguan atau aktivitas bawah laut yang keras dan impulsif di dekat pantai atau di lautan. Ketika perpindahan tiba-tiba dari volume air yang besar terjadi, atau jika dasar laut tiba-tiba naik atau turun akibat gempa bumi, gelombang tsunami yang besar dapat terbentuk. Ombak bergerak keluar dari daerah asalnya dan bisa sangat berbahaya dan merusak saat mencapai pantai. Gelombang tsunami dapat ditimbulkan oleh gangguan non seismik lainnya seperti letusan gunung berapi atau longsor bawah laut, dan memiliki karakteristik fisik yang berbeda dari gelombang pasang.
Untuk peta ini juga dibuat oleh PVMBG Kementerian ESDM, yang juga tersedia di sini. Di situs tersebut untuk wilayah yang rawan bencana tsunami tentu saja wilayah pesisir dan yang bisa diunduh jpg nya ada sekitar 24 wilayah. Salah satunya seperti yang nampak pada gambar di bawah.
Peta tersebut juga dimuat di Geoportal ESDM One Map seperti nampak pada gambar di bawah ini. Kategori rawan tsunami dari Rendah, Menengah, dan Tinggi.
Arti dari kategorisasi rawan tsunami tadi adalah seperti nampak di gambar di bawah ini. Wilayah yang mempunyai kerawanan tinggi tsunami secara visual dari galeri tersebut antara lain Purworejo, Pariaman, Garut, Bengkulu, Karangasem, dan lainnya.
4. Peta Rawan Bencana Gunung Api
Seri peta bencana dari Kementerian ESDM yang terakhir adalah Peta Rawan Bencana Gunung Api. Pada series peta ini, ada 2 jenis peta yaitu Peta Rawan Bahaya Gunung Api, Kawasan Rawan Bencana Gunung Api. Menurut UU No. 24 Tahun 2007 Ancaman Bencana adalah suatu kejadian atau peristiwa yang bisa menimbulkan bencana. Sedangkan Rawan Bencana adalah kondisi atau karakteristik geologis, biologis, hidrologis, klimatologis, geografis, sosial, budaya, politik, ekonomi, dan teknologi pada suatu wilayah untuk jangka waktu tertentu yang mengurangi kemampuan mencegah, meredam, mencapai kesiapan, dan mengurangi kemampuan untuk menanggapi dampak buruk bahaya tertentu.
Ada 62 peta jpg Kawasan Rawan Bencana Gunung Api, sedangkan untuk yang Rawan Bahaya Gunung Api ada 26 peta. Secara visual wilayah di mana Rawan Bahaya Gunung Api adalah yang diperhitungakan terkena dampak asap ataupun debu letusan yang berbahaya jika seandainya terjadi letusan. Karena bentuknya pun radius dari kawah sejauh jarak tertentu bergantung karakteristik gunungnya. Sedangkan Kawasan Rawan Bencana Gunung Api adalah wilayah utamanya sungai dan sekitarnya yang diperkirakan akan terkena aliran ataupun banjir lava/lahar jika terjadi letusan.
Untuk Kawasan Rawan Bencana Gunung Api seperti nampak dari gambar di bawah ini, wilayah di peta terkategori menjadi zona I, II, dan III.
Adapun arti dari zona-zona tersebut seperti nampak di gambar berikut.
Peta tersebut juga dimuat di Geoportal ESDM One Map seperti nampak pada gambar di bawah ini. Selain di dalamnya sudah termasuk peta rawan bahaya dan rawan benncana, di versi geoportal ini bahkan dilengkapi dengan peta titik bahaya Fumarola, Gas Beracun, dan Solfatara.
5. Peta Rawan Banjir Limpasan
Banjir limpasan merupakan air limpasan yang mengalir akibat dari penuhnya sungai yang meluap sehingga merusak daerah sekitar sungai. Peta rawan banjir limpasan dibuat oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) khususnya (mungkin) Dirjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH). Sayangnya peta ini sepertinya tidak bersifat publik dan hanya berupa peta ArcGIS Online saja. Tersedia untuk seluruh Indonesia dengan kategori banjir limpasan dari Rendah, Normal, Tinggi, dampai Ekstrim seperti nampak di gambar atas. Jika menyalakan GPS / lokasi di HP ataupun browser, kita bisa tahu lokasi saat ini masuk kategori banjir limpasan apa dari peta tersebut. Kalau dicari-cari harusnya muncul juga di SIPDAS, namun ternyata layernya tidak ada.
Wilayah yang berkategori banjir limpasan ekstrim antara lain di Sumatera Barat, Bengkulu, Kalteng, sebagian Jawa Barat, Jatim bagian selatan, Pulau Sumba, Pulau Flores, Pulau Mangoli, Pulau Taliabu, Pulau Halmahera, Kepulauan Aru, dan sebagainya.
Leave a Reply