Apa Saja Peta Bencana Indonesia ?

Peta Bencana

Usaha untuk mengantisipasi bencana adalah melalukan mitigasi bencana. Menurut KBBI mitigasi adalah tindakan mengurangi dampak bencana. Kalau menurut Undang-Undang No 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.

Nah, salah satu mitigasi yang dilakukan oleh pemerintah adalah membuat berbagai peta potensi bencana atau peta rawan bencana. Informasi di peta itu dijadikan sebagai basis informasi pengambilan kebijakan terkait bencana oleh berbagai pihak yang berkepentingan. Tentu saja idealnya peta itu pun bisa diakses dan digunakan oleh masyarakat umum, sebagai bagian dari kesiapsiagaan bencana dan kesadaran akan potensi bencana yang bisa terjadi di wilayahnya.

Paling tidak sudah ada 7 jenis bencana yang sudah dibuatkan peta rawan bencana. Berbagai kementerian ataupun lembaga yang berwenang telah membuat berbagai peta rawan bencana, dan inilah mereka.

1. Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah
Sumber : wikimedia.org

Ini adalah jenis bencana yang paling umum terjadi di seluruh wilayah Indonesia utamanya di musim hujan. Gerakan tanah merupakan proses perpindahan massa tanah atau batuan dengan arah gerak, mendatar atau miring dari kedudukan semula. Pergerakan ini dapat disebabkan oleh pengaruh gravitasi, arus air dan beban luar. Ada juga istilah longsor yang kadang disamakan, padahal pengertiannya beda lho. Longsor merupakan jenis gerakan tanah yang pergerakannya cepat. Pulau Jawa merupakan salah satu lokasi yang banyak mengalami bencana gerakan tanah ataupun longsor dan banyak memakan korban jiwa, misalnya di Kabupaten Banjarnegara di Jawa Tengah.



Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) khususnya Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah lama membuat Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT). Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah versi softcopynya (jpg) bisa diakses dan didownload oleh masyarakat melalui situsnya di sini. Petanya sudah di buat untuk wilayah Provinsi dan juga untuk 94 kabupaten / kota di Jabar, Jateng, dan Jatim. Aksesnya situs ini bisa dibilang agak lambat, wajar karena mungkin filenya besar-besar.

Tampilan situs galeri peta bencana PVMBG

 

Nah selain versi softcopy, secara online Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah ini juga bisa diakses di Geoportal ESDM One Map, seperti nampak berikut. Dengan peta online ini, publik bisa tahu secara langsung posisi wilayahnya (dengan menghidupkan GPS / lokasi di HP) masuk ke dalam zona kerentanan gerakan tanah apa, ada 4 yaitu Sangat Rendah, Rendah, Menengah, dan Tinggi.

Portal One Map ESDM untuk Gerakan Tanah

 

Arti dari kategorisasi Kerentanan Gerakan Tanah tadi adalah seperti nampak di gambar di bawah ini. Yang musti diingat adalah pemicu terbesar dari gerakan tanah biasanya curah hujan, namun kadang bencana seperti gempa bumi juga bisa memicu gerakan tanah seperti yang terjadi pada gempa Cianjur di wilayah Cugenang tahun 2022.

2. Peta Rawan Bencana Gempa Bumi

Menurut USGS, gempa bumi atau gempa (lindu, lini) adalah apa yang terjadi ketika dua blok bumi tiba-tiba tergelincir melewati satu sama lain. Permukaan tempat mereka tergelincir disebut patahan atau bidang patahan. Lokasi di bawah permukaan bumi tempat terjadinya gempa disebut hypocenter, dan lokasi yang berada tepat di atasnya di permukaan bumi disebut pusat gempa (epicenter). Secara teorinya, gempa ada 2 yaitu gempa utama dan gempa susulan dan dua-duanya pasti terjadi dalam satu episode gempa di manapun.

Tingkat kegempaan (magnitudo) ada berbagai macam misalnya Modified Mercalli Intensity atau MMI, Skala Richter, dan lainnya. BMKG mengelompokan lagi skala MMI menjadi I (tidak dirasakan) sampai V (menimbulkan kerusakan berat).

Sama seperti Peta Gerakan Tanah, Kementerian ESDM pun melalui PVMBG membuat Peta Rawan Bencana Gempa Bumi yang juga bisa diakses dan didownload layout softcopynya (jpg) di sini. Hanya saja layout tidak sampai kabupaten / kota, namun hanya sampai tingkat provinsi.



Untuk tahun publikasi, jika berdasarkan info di webnya tertulis peta-peta tersebut dibuat antara rentang tahun 2013 dan 2014. Namun karena informasinya bersifat jangka panjang maka peta ini tentu masih relevan sampai saat ini.

 

Peta tersebut juga dimuat di Geoportal ESDM One Map seperti nampak pada gambar di bawah ini. Dengan peta online ini, publik bisa tahu secara langsung posisi wilayahnya (dengan menghidupkan GPS / lokasi di HP) masuk ke dalam zona rawan gempa apa, ada 4 yaitu Sangat Rendah, Rendah, Menengah, dan Tinggi.

Peta kerawanan gempa bumi di ESDM One Map

 

Kelas di peta kerawanan gempa bumi

 

Arti dari kategorisasi Kerentanan Gempa Bumi tadi adalah seperti nampak di gambar di bawah ini. Nampak di peta tersebut zona rawan tinggi berada di bagian barat Sumatera, Jawa utamanya bagian barat dan selatan, Sulawesi utamanya tenggara-tengah-utara, Pulau Buru dan sebagian Pulau Seram, Papua bagian utara dan leher kepala burung serta sedikit di bagian tengah. Nampak hanya Pulau Kalimantan yang tidak rentan gempa.

Peta sesar di Indonesia

Sebetulnya terkait rawan gempa bumi ini ada satu data penting lainnya yaitu peta patahan atau sesar aktif yang ada di Indonesia. Kalau saja  format shp nya sudah di webgis kan, tentunya akan sangat bermanfaat. Hal ini karena kerawanan gempa di daerah patahan dan sekitarnya tentu akan lebih besar jika dibanding wilayah lainnya. Untuk peta softcopynya sendiri bisa diunduh dan dilihat di sini.

Selain kementerian ESDM, kementerian PUPR pun pada tahun 2017 telah menyusun buku Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017, di mana di dalamnya juga terdapat peta-peta terkait kerawanan gempa di Imdonesia. Bagi anda yang berminat dengan softcopynya anda bisa mendownloadnya di sini.



About Nana Rusyana, MSi. 9 Articles
Pembelajar geografi, spasial, dan lingkungan. GIS Specialist dalam topik; - Pengelolaan sumber daya alam - Kajian Lingkungan Hidup Startegis (KLHS) - Permodelan perubahan tutupan lahan - Perencanaan wilayah dan kota

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*