Literatur untuk belajar SIG secara otodidak saat ini harusnya lebih mudah didapat, why?. Pertama karena berbagai sumber informasi mengenai teknis dan praktis software SIG banyak yang sudah tersedia secara free alias gratis di internet khususnya dalam bentuk softcopy. Kedua, buku-buku tentang mempraktekan SIG dan Inderaja atau yang disebut buku manual dalam bentuk hardcopy juga sudak sering terbit dan dijual di toko-toko buku termasuk secara online.
Nah ngomong-ngomong tentang manual SIG ini, kini juga sudah banyak tersedia dalam bentuk softcopy atau sebut saja ebook. Ebook manual SIG ini kalau anda rajin nyari di internet akan banyak menemukannya, banyak yang dipublish di situs-situs blog SIG / Inderaja berbahasa Indonesia ataupun yang berbahasa Inggris.
Selain ebook manual, saat ini banyak juga praktisi SIG yang membagikan tutorial SIG misal mengenai ArcGIS untuk keperluan tertentu dalam bentuk video di media sosial seperti channel-channel Youtube bahkan TikTok, yang pastinya bisa diakses gratis. Bahasan mereka tidak hanya yang mendasar saja seperti cara mendijitasi ataupun georeferensi, namun sudah membahas topik-topik tertentu seperti Land Use Modelling, Watershed Modelling, dan lain-lain.
Hal ini berbeda dengan kondisi di tahun 90-an ketika SIG baru berkembang di Indonesia, belum banyak publikasi sebagai bahan belajar, apalagi untuk memperoleh software harus merogoh kocek yang dalam kecuali orang-orang kampus, internet pun baru booming akhir 90-an. Orang-orang yang faham SIG sebagai tempat bertanya masih bisa dihitung dengan jari. Belajar SIG di saat itu betul-betul harus kerja keras dan merupakan suatu yang eksklusif, merupakan suatu anugerah luar biasa bisa memperoleh kesempatan belajar SIG. Apalagi sampai mempraktekannya misal dengan ikut proyek (learning by doing).
Bedasarkan pengalaman Lintas Bumi, belajar SIG atau Inderaja yang lebih baik itu dengan mempunyai ‘mentor’ yang sudah berpengalaman ataupun menguasai terlebih dulu. Terutama sebagai tempat bertanya dan berdiskusi ketika menghadapi masalah atau sebagai troubleshooter. Mentor akan menjadi pemberi informasi apa yang salah dan benar, apakah ketika belajar kita sudah di jalur yang benar untuk menguasai skill SIG atau Inderaja.
Mentor yang baik adalah yang sudah menguasai konsep / teori beserta praktis SIG dalam sebuah aplikasi seperti ArcGIS, lebih sip lagi kalau yang sudah berpengalaman dalam sebuah proyek SIG. Karena memang sangat penting bagi pembelajar SIG menguasai dan memahami teori, konsep, beserta filosofi yang benar mengenai SIG. Pembelajar SIG wajib faham tahapan demi tahapan yang runut dari suatu proses pengolahan data spasial di SIG. Karena bagaimanapun SIG adalah sebuah sistem yang setiap sub sistem atau komponennya harus difahami. Salah satu salah difahami dan salah dipraktekan maka hasilnya pun akan salah atau kurang baik.
Selain mentor, yang tak kalah penting juga bagi seorang pembelajar SIG adalah literatur, atau tepatnya membaca buku tentang SIG dan Inderaja. Literatur SIG akan melengkapi dan menjadi rujukan khusunya ketika lupa, sebagai referensi, entah itu tentang konsep, tutorial, juga bisa sebagai troubleshooter, serta penerapan / analisis SIG termasuk pada topik tertentu seperti perencanaan, ekonomi, kesehatan, permodelan land use, webgis, dan lain-lain.
Setelah mentor dan literatur, faktor akhir sebagai penentu bagi pembelajar SIG adalah banyak praktek. Banyak mencoba atau istilahnya trial and error, lebih baik lagi kalau bisa terlibat dalam sebuah kegiatan atau proyek SIG. Hal itu akan menambah jam terbang pengelolaan data spasial. Dalam praktek ini tentu perlu untuk mendapatkan (baca : menginstall) aplikasi SIG yang sesuai kebutuhan, beserta dengan datanya. Kalau terlibat dalam proyek biasanya kedua hal itu dengan sendirinya ada.
Ebook Manual ArcGIS
Walaupun saat ini di dunia maya banyak kita temui situs-situs atau channel video yang membagikan berbagai modul untuk SIG khususnya ArcGIS, termasuk dalam bentuk ebook, namun sebagai pembelajar SIG kita juga harus bisa memilah-milah mana yang baik dan sesuai kebutuhan. Masalahnya sebagai pembelajar SIG di tahap awal apalagi masih awam, kadang masih bingung apa indikator dari manual SIG yang baik itu?!
Untuk membantu hal itu, berikut beberapa review dan rangkuman modul ArcGIS format pdf gratis (ebook gratis) versi Lintas Bumi. Lintasbumi melakukannya dengan berdasarkan 23 indikator versi Lintasbumi sendiri. Indikator-indikator itu kemudian Lintasbumi rangkum ke dalam 3 kategori, yaitu manual level pemula, level menengah, dan level advanced.
Untuk bisa mendownload pdf nya di server Lintasbumi maka anda harus menjadi anggota penuh atau advance dulu.
5. Modul ArcGIS SGT Geomedia
Di awal modul tidak ada daftar isi, hanya Disclaimer saja, setelah itu langsung masuk bagian penjelaskan bagaimana cara menginstall ArcGIS yang berlisensi resmi. Sayangnya setelah itu tidak disertakan bahasan mengenai pengantar perpetaan seperti definisi, proyeksi atau koordinat peta beserta dengan aspek kartografisnya, dan lain-lain. Begitupun dengan pengantar mengenai SIG nya tidak dibahas. Padahal menurut Lintas Bumi itu adalah pondasi penting menguasai SIG.
Tidak ada bahasan tentang analisis (ArcToolbox) baik itu pengenalannya ataupun yang disertai dengan studi kasus. Secara keseluruhan modul ini lebih cocok untuk anda yang sudah memahami SIG dan ArcGIS namun pada level ‘tanggung’, karena memerlukan pemahaman struktur data spasial dan juga proyeksi dan koordinat peta.
Rating adalah 10, kesimpulan level modul : menengah
Unduh di sini
4. Modul ArcGIS Geosriwijaya
Di dalam modul ini pun ditambahkan beberapa topik tambahan seperti mengenai konsep Global Positioning System atau GPS, informasi sumber-sumber data spasial di Indonesia, dan lain-lain.
Rating adalah 12, sehingga secara keseluruhan walaupun modul ini judulnya untuk tingkat dasar, namun lebih cocok untuk anda yang sudah memahami SIG dan ArcGIS namun pada level ‘tanggung’. Kesimpulan level modul : menengah.
Unduh di sini
3. Modul ArcGIS ‘Unknown’
Sebetulnya dulu Lintas Bumi pernah mengunduh modul ini dari situs sebuah universitas, hanya saja ketika dicari cari lagi lewat google tidak ‘ketemu’, kalau tidak salah dulu didapat dari situs Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, jadi Lintas Bumi menyebutnya sebagai modul unknown alias tidak diketahui.
Ebook manual yang ini betul-betul untuk tingkat dasar atau pemula, sangat direkomendasikan oleh Lintasbumi. Modul dalam format pdf ini terdiri dari 123 halaman dan 9 bab (terbagi ke dalam 9 file pdf). Versi ArcGIS yang dibahas adalah 10.2
Kemudian cara mendijitasi line/polygon/point dan mengkonversi data koordinat menjadi fitur atau shapefile, termasuk juga analisis data atribut seperti menghitung luas. Kemudian berlanjut lagi ke tutorial editing fitur seperti memperbaiki kelebihan atau pun kekurangan garis/node, bahkan sampai ke topologi rule dan spatial adjustment.
Sayangnya tidak ada pembahasan tentang geodatabase, padahal topology rule adalah khusus untuk geodatabase. Ada juga topik pengembangan yaitu mengenai data GPS dan pengolahannya menggunakan software DNR Garmin, sampai dikonversi menjadi shp di ArcMap. Cara melakukan seleksi atribut atau yang disebut query attribute termasuk summarize atau meringkas data atribut. Pengenalan ArcToolbox dasar yang disebut geoprocessing dan terakhir layout peta, namun tanpa terlebih dulu diberi penjelasan tentang aspek kartografis dan symbology.
Secara keseluruhan rating adalah 14, dan overall bahasan di dalamnya sangat recommended untuk pemula yang ingin belajar SIG menggunakan ArcGIS. Karena bahasannya runut dan bahasanya pun mudah difahami dan banyak gambar-gambar ilustrasinya.
Unduh di sini
2. Modul ArcGIS TNC
Di awal modul dijelaskan bahwa modul tersebut Manual ArcGIS Tingkat Dasar, sayangnya tidak ada rincian versi berapa ArcGIS yang dibahas, namun jika di tahun 2015 tebakan Lintasbumi saat itu versi ArcGIS adalah 10.3 atau 10.3.1. Pembuka modul tersebut adalah penjelasan tentang konsep perpetaan dan SIG, lengkap dengan proyeksi dan jenisnya, konsep data spasial bahkan metadata pun dijelaskan secara lengkap beserta contohnya. Namun sayangnya di pengantar tidak ada cara bagaimana menginstall ArcGIS baik yang resmi atapun versi crack.
Rating adalah 16, overall menurut Lintas Bumi modulnya sangat cocok untuk melengkapi anda yang memang betul-betul ingin belajar dasar SIG dan ArcGIS, Lintasbumi merekomendasikan modul ini untuk yang tingkatan dasar ataupun menengah (‘tanggung’). Kesimpulan level modul : pemula dan menengah.
Unduh di sini
1. Modul ArcGIS UMI
Di bagian akhir terdapat topik tambahan mengenai Geoprocessing dasar yaitu analisis dasar menggunakan beberapa toolbox, dan yang menarik adalah adanya studi kasus mengenai pembuatan peta lereng (skoring), peta 3D, delineasi batas DAS, dan pengolahan citra (klasifikasi citra).
Rating 18, sayangnya versi ArcGIS 10.1, namun overall secara kelengkapan isi cukup komplit untuk panduan belajar bagi pemula dan ‘tanggung’ (menengah), topik tambahannya bisa juga untuk tingkatan analyst atau advanced.
Unduh di sini
Di luar itu semua, modul tersebut hampir serupa dengan yang dibuat oleh teman Lintasbumi yaitu Mas Arif Prasetyo dari Fahutan IPB, hanya saja moduknya untuk ArcGIS 10, yang bisa juga anda unduh di sini.
Ada satu ebook ArcGIS yang bagus juga untuk belajar, namun sayangnya untuk ArcGIS 10.0 di mana secara tampilan beda dengan 10.1 ke atas sehingga tidak direview lebih jauh oleh Lintasbumi. Modul itu dibuat oleh Bappeda NTB bekerja sama dengan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH / Forclime. Untuk mengunduhnya anda bisa kunjungi https://bappeda.ntbprov.go.id/edukasi/module-arcgis-10-dasar/.
Semua modul di atas intinya saling melengkapi, jadi unduhlah yang memang sesuai kebutuhan. Di luar bahasan ini tentunya banyak sekali modul-modul SIG dan Inderaja yang bisa diunduh oleh anda, karena banyak juga modul yang sifatnya parsial yaitu bahasannya hanya mengenai analisis ataupun topik tertentu yang mungkin saja lebih sesuai dengan yang anda butuhkan. Semoga bermanfaat.
Jangan Lupa ! Unduh koleksi ArcGIS lainnya di Geoimaji
