Perkenalkan Nih Pesaing Google Maps Teranyar : GrabMaps!

Grab Maps Mau Menyaingi Google Maps?

Tak bisa dipungkiri bahwa Google Maps dalam beberapa tahun atau 1 dekade terakhir merupakan penguasa aplikasi-aplikasi berbasis peta atau layanan lokasi, utamanya yang beroperasi di platform Android. Coba tanyakan ke orang-orang yang saat ini punya smartphone android, kalau menggunakan maps atau mencari alamat apakah menggunakan peta selain Google Maps, rasanya semua atau 99% akan jawab tidak. Namun bisa jadi juga sebagian lagi tidak tahu bahwa peta itu namanya Google Maps, mereka tahunya hanya maps atau peta saja.

Salah satu bisnis yang banyak menggunakan layanan lokasi Google Maps adalah layanan berbagi tumpangan atau ride sharing yang lebih populer sebagai Ojol alias Ojek Online, tak perlu lah Lintasbumi sebutkan nama-nama perusahaannya. Bisnis inilah sebetulnya yang menurut Lintasbumi ikut mempopulerkan nama dan penggunaan Google Maps di masyarakat awam. Namanya juga bisnis yang mengandalkan lokasi, ya pastinya akan butuh alat bantu yang namanya peta, baik si penyedianya maupun konsumennya. Layanannya pun sudah kita ketahui tidak melulu antar jemput orang, namun sudah antar jemput barang alias kuris, dan sebagainya.

Google Maps

Baca juga : 

Nah ngomong-ngomong tentang peta di aplikasi Ojol, ternyata nih salah satu perusahaan gedenya yang berbasis di Singapura yaitu Grab tahu-tahu di berita pertengahan Juni 2022 lalu meluncurkan peta dijital versi mereka sendiri, namanya GrabMaps. Di berita itu disebutkan bahwa GrabMaps menggunakan metode yang Hyper Local alias datanya lebih sesuai dengan kondisi lokasi di masing-masing kota atau wilayah terutama di Asia Tenggara. Karena bersumber dari preferensi orang lokal yang nantinya diproses dengan kecerdasan buatan. Dan mereka mengklaim bahwa dengan menggunakan GrabMaps akan lebih akurat dan efisien bagi para mitranya dalam melayani konsumen utamanya Ojol dan kurir.




Salah satu pengalaman Lintasbumi dalam menggunakan layanan maps di aplikasi Ojol yang ada saat ini adalah terkadang kurang tepatnya antara titik lokasi dan nama tempat/jalan yang dituju atau yang dimaksud. Di peta lokasinya sudah tepat tapi belum ada namanya atau namanya salah, malah nama tempatnya mengacu ke titik lainnya yang dekat (namun memang titik terdekat tersebut lebih populer atau sudah bernama). Barangkali hal-hal semacam itu yang berusaha diatasi oleh si GrabMaps.

Grab Maps Mau Menyaingi Google Maps?
Berita Grab Maps di situs Grab.com

Kalau melihat beritanya di situs Grab.com, nampak screenshot tampilan GrabMaps tidak jauh dengan Google Maps sih. GrabMaps katanya sih diklaim lebih lengkap informasi lokasinya, enggak cuma jalan besar dan kecil, bahkan detail bisa sampai ke gang-gang kecil dan sempit yang sebetulnya banyak dilalui orang namun jarang terpetakan di peta konvensional selama ini (maksudnya apakah Google Maps ya!?). Memang Google Maps misalnya untuk informasi di daerah sekitar Lintasbumi belum memetakan sampai ke gang-gang sih, tapi jalan kecil sih rasanya sudah walaupun kadang tidak full sih. Tapi tidak tahu juga ya kalau di lokasi lain.

Google Maps mengumpulkan dan memperbarui petanya melalui Google Car dan Google Maps Bicycle (atau motor?) untuk memetakan jalan-jalan kecil. Nah katanya kalau GrabMaps lebih banyak lagi karena melibatkan para mitra, merchant, dan konsumennya di lapangan sebagai kontributor alias berbasis komunitas. Itulah makanya mereka mengklaim informasi di petanya akan lebih melokal.

Katanya GrabMaps memanfaatkan dan mengolah umpan balik lokasi yang selama ini mereka dapat dari mitra, merchant yang bekerja sama, dan tentunya juga konsumen menjadi data-data yang lebih melengkapi GrabMaps. Bahkan nih katanya sih kontributor GrabMaps juga nantinya bisa mendapat penghasilan tambahan jika mereka memberikan data-data lokasi baru seperti Point of Interest (POI), nama jalan, nama tempat, dan sebagainya.



Apakah saat ini GrabMaps sudah ada?

Katanya lagi GrabMaps baru akan diluncurkan di 7 negara Asia Tenggara yaitu Singapura, Kamboja, Malaysia, Filipina, Thailand, Myanmar dan Vietnam. Lho Indonesia koq enggak dimasukin ya, why? Padahal kalau bicara soal konsumen atau target pasar, mustinya Indonesia kan jumlahnya terbesar di Asia Tenggara. Tenang dulu, mungkin saja ini baru tahap awal bisa jadi akan datang juga nanti ke Nusantara.

Seperti Lintasbumi kutip dari Kompas.com, layanan GrabMaps ini memang belum akan masuk ke aplikasi konsumen. Di tahap awal ini baru di level bisnis, yaitu si Grab menjual atau menawarkan petanya itu digunakan oleh perusahaan-perusahaan, terutama info jalan, info lalu lintas, rute, dan foto-foto 360 derajat. Serta yang kedua menawarkan akses ke software pembuatan peta sehingga perusahaan lain dapat membuat peta mereka sendiri, ya mungkin semacam API kali ya. Itu pun resminya sih baru akan diluncurkan kuartal III 2022 ya berarti sekitar pertengahan tahun ini lah harusnya sih.

Kalau memang GrabMaps nantinya bisa dinikmati konsumen dan akan lebih berfokus di informasi lokasi yang detail sampai ke gang-gang senggol, mudah-mudahan sih enggak akan ada lagi cerita orang kesasar gara-gara pakai layanan maps, karena akibatnya bisa juga fatal. Kita tunggu seperti apa sih tampang dari GrabMaps ini. Benarkah dia menawarkan sesuatu yang baru dan berbeda dari yang sekarang ada. Dan apakah memang betul lebih baik? Sebab kalau sama saja dengan yang sekarang ada ya percuma dong.

Monopoli juga memang tidak baik, masyarakat haruslah mempunyai alternatif dan untuk kesehatan bisnis juga. Memang sudah saatnya Google Maps punya pesaing yang mumpuni ya. Kapan nih perusahaan-perusahaan dari Nusantara akan membuat peta-peta yang lebih mengIndonesia, semoga bukan utopia.



About Lintas Bumi 121 Articles
Lintas Bumi adalah blog berbagi info, trik, dan data seputar dunia informasi geospasial baik nasional ataupun global.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*