ArcGIS Pro 2.8

Mengimplementasikan SIG tentunya butuh data spasial dan softwarenya. Selama ini Lintasbumi adalah pengguna ArcGIS, baik yang resmi artinya beli lisensi dari ESRI, atau lisensi ESRI gratis versi mahasiswa ketika kuliah, dan juga tak bisa dipungkiri juga menggunakan yang non resmi karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk yang resmi.

Banyak suka duka yang dialami dalam menggunakan software ArcGIS non resmi, namun selama menggunakan ArcGIS versi non resmi beruntung Lintasbumi tidak pernah mengalami kejadian yang buruk. Pernah memang beberapa kali kehilangan data karena geodatabase crash secara tiba-tiba, namun itu sepertinya bukan disebabkan oleh lisensi ArcGIS nya, lebih ke cara memanage datanya yang memang salah. Karena ketika menggunakan ArcGIS yang berlisensi resmi pun pernah sering crash. Misalnya ketika lagi asyik mengoprek ArcMap tiba-tiba ArcMap hang, mati dan muncul jendela Send Error Report. Anda juga mungkin sering mengalaminya, itu kejadian umum di ArcGIS tidak peduli apapun versi lisensinya.

Sebagai antisipasi kejadian buruk, yang dilakukan sebelum menginstal ArcGIS versi non resmi adalah memastikan bahwa file-file installer dan patch nya sudah discan oleh anti virus, tidak mengandung virus atau malware yang berbahaya. Sebetulnya jika pun ditemukan virus atau malware, antivirus jarang bisa menghapus virusnya saja, namun sekaligus dihapus dengan file patchnya. Kalau begitu tentunya patch ArcGIS tidak akan bisa diinstal. Akhirnya mengalah, di mana antivirus dimatikan (patch tidak discan antivirus), langsung install saja ArcGIS dan file patch tetap bervirus, resiko tanggung sendiri.

Baca Juga : Jetlag Menggunakan ArcGIS Pro (Bagian 2) : Sisi-Sisi Tidak Efisien Dan Ribet


File Patch ArcGIS dan ArcGIS Pro

Kalau untuk installer dan file patch ArcGIS Desktop, di internet sudah banyak bertebaran dari mulai untuk versi 10.0 sampai 10.8.1, bisa diunduh secara gratis. Bahkan di dalamnya diterangkan cara menginstallnya secara jelas langkah demi langkah (biasanya file readme.txt). Videonya pun banyak ditemukan di Yotube dan media sosial lainnya, jadi pantas kalau mungkin lebih banyak pengguna ArcGIS versi bajakan daripada yang resmi. Setiap kali dirilis ArcGIS Desktop versi baru, selang satu atau dua bulan kemudian muncul versi patchnya.

Saat ini para praktisi SIG ‘dipaksa’ untuk mulai transisi dari ArcGIS Desktop ke ArcGIS Pro. Seperti diketahui linsensi resminya lagi-lagi harganya tidak terjangkau. Kejadian selanjutnya bisa ditebak, munculah ArcGIS Pro versi patch, entah siapa yang membuatnya. File-file nya pun bisa diunduh gratis dan di Youtube pastinya sudah banyak yang membahas cara mendownload dan menginstallnya, entah berbahasa Indonesia ataupun Inggris.

Saat postingan ini ditulis, versi terakhir ArcGIS Pro yang resmi adalah 2.9. Namun tidak seperti patch ArcGIS Desktop yang tidak lama muncul dari waktu rilis versi resminya, untuk ArcGIS Pro lumayan lama. Saat ini yang banyak ditemui di internet adalah patch ArcGIS Pro versi 1.2 dan 2.5, artinya ada gap 4 versi (2.5 ke 2.9). Padahal bedanya signifikan lho antara ArcGIS Pro versi 2.5 dengan yang versi 2.6 ke atas.

Lintasbumi mengalami kejadian menarik yang bisa dikatakan sebuah keberuntungan. Kurang lebih setahun lalu, karena ingin mencoba rasanya ArcGIS Pro maka seperti biasanya melalui mbah Google mencari situs untuk mendownloadnya dan tentu saja yang lengkap dengan patchnya. Singkat kata ketemu ArcGIS versi 2.5, diunduh, dan diinstall, kemudian dites dan sukses bisa jalan dan bisa mencicipi ArcGIS Pro untuk kedua kalinya.

Ketika proses coba-coba secara otodidak membuat peta dan sampai layout di ArcGIS Pro, ternyata ada beberapa fasilitas yang tidak selengkap di ArcMap, itu membuat sedikit kecewa. Sebab terfikir ArcGIS Pro yang katanya digadang-gadang lebih baik dari ArcGIS Desktop koq malah downgrade, mana lambat pula jalannya (kalau yang ini karena spek laptop Lintasbumi saja he he he).

Dari situ beberapa masalah yang ditemui dicari lagi penyelesaiannya di mbah Google, dan kesimpulan yang didapat dari beberapa forum dan situs, masalah itu sudah diperbaiki di ArcGIS Pro versi 2.6. Artinya kalau mau maksa pakai ArcGIS Pro untuk membuat peta sampa layout yang ideal, harus pakai yang versi 2.6 atau lebih. Saat itu (akhir tahun 2020) muncul pertanyaan di mana mendapatkan ArcGIS Pro 2.6 yang versi patch, apakah sudah ada yang bikin? versi terbaru saat itu adalah 2.7.

Di awal 2021 dimulailah petualangan pencarian ArcGIS Pro 2.6. yang versi patch. Memakai keyword yang standar selain ArcGIS Pro dan versinya semacam kata-kata patch, free, cr**k, download, dan sejenisnya yang muncul di mbah Google lagi-lagi hanya untuk ArcGIS Pro versi 1.2 dan 2.5, tidak ada lagi. Namun Lintasbumi tidak menyerah, kemudian digunakanlah keyword lain dan bahasa yang lain pula. Finally, ternyata ada orang yang baik hati di pojokan dunia sana yang sudah menshare patch ArcGIS Pro 2.6. Sebetulnya bukan sebuah situs, namun tepatnya sebuah link penyimpanan cloud, dan ketika diklik di dalamnya ada lengkap patch ArcGIS Pro 2.6 dan redme.txt cara menginstallnya dalam bahasa Inggris. Sedangkan untuk master install ArcGIS Pro 2.6 nya diperoleh dari situs lain. Singkat kata diinstallah dan 100% sukses, ArcGIS Pro 2.6 jalan di laptop, lancar jaya tanpa akun ESRI alias offline.

Di sisi lain sekitar Juni 2021 dirilis ArcGIS Pro 2.8, Lintasbumi langsung mencari installernya, didapatlah satu situs yang menyediakan installer lengkap ArcGIS Pro dari versi 2.3 sampai 2.8 (pada saat ini bahkan sudah ada versi 2.9 juga), namun tanpa ada patch. Langsung saja saat itu mengunduhnya, termasuk master update 2.8.3, bahkan dengan data interoperabillity nya.

Dilatarbelakangi oleh rasa penasaran dengan patch ArcGIS Pro versi 2.6, muncul pertanyaan bagaimana jika patch tersebut dicoba di versi 2.8. Kemudian tanpa fikir panjang diupgradelah ArcGIS Pro 2.6 ke 2.8.3, tak lupa cara patch di 2.6 diulang juga setelah install yang 2.8. Luar biasanya ternyata patch tersebut sukses diterapkan di ArcGIS Pro 2.8.3, 100% berjalan! (update : bahkan tetap jalan diupdate ArcGIS Pro 2.8.4, tested)

Baca Juga : ArcGIS Rasa Mapinfo Professional : ArcGIS Pro


Bagaimana Lintasbumi Mencoba Patch Tersebut?

Jadi ketika mengunduh ArcGIS Pro versi pacth yang 2.5, file patchnya ada 2 yaitu Afcore_LibFNP.dll dan lic.reg (file untuk memodifikasi registry Windows), serta satu folder (dengan isinya) bernama ESRI_Licensing. Silahkan lihat di youtube cara menjalankannya, tidak akan diterangkan di sini. Nah ketika mengunduh ArcGIS Pro versi pacth 2.6, file patchnya berbeda yaitu Afcore_LibFNP.dll, Afcore_licensing.dll, dan folder ESRI_Licensing, jadi tanpa ada file lic.reg.

Ketika menginstall ArcGIS Pro 2.5 versi patch sesuai tahapan di readme.txt nya, lancar dan sukses. Namun ketika menginstall (upgrade ke) ArcGIS Pro 2.6 versi patch, walaupun sesuai tahapan di readme.txt nya ternyata ArcGIS Pro nya tidak jalan. Saat itu bingung apa sebabnya, padahal sudah sesuai dengan perintahnya. Karena penasaran akhirnya file lic.reg yang versi 2.5 dijalankan lagi setelah install versi 2.6 + patch, dan ternyata berhasil, ArcGIS Pro 2.6 jalan.

Jadi file dan folder patch ArcGIS Pro 2.6 yang sudah dishare ternyata kurang lengkap, harus ditambah dengan file lic.reg. Jadi kesimpulannya ada 3 file dan 1 folder untuk menjalankan patch setelah install ArcGIS Pro 2.6 versi patch, dan ketika di coba di versi 2.8 pun ternyata sukses. Tiga file dan 1 folder, yaitu;

  1. Afcore_LibFNP.dll
  2. Afcore_licensing.dll
  3. lic.reg, serta
  4. folder ESRI_Licensing.

Untuk info lanjutan / link download ArcGIS Pro 2.8.4 silahkan kunjungi Geoimaji



Baca Juga : ‘Jet Lag’ Berpindah Ke ArcGIS Pro : Beberapa Pengalaman Klak-Klik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.