7 Sosok Di Balik Perkembangan “Modern GIS”

Saat ini pemakaian peta digital dan online merupakan satu kebutuhan, bahkan menjadi keharusan. Tahukah anda bahwa butuh proses panjang dan rumit agar peta bisa seperti sekarang, ada orang-orang yang mendedikasikan hidupnya agar peta bisa menjadi sesuatu yang tidak rumit itu. Siapa saja kah mereka?

GIS pada awalnya adalah sesuatu yang eksklusif dan rumit, berbau teknologi tinggi. Dunia itu hanya digeluti orang-orang yang berkepentingan dengan peta-peta khususnya peta lahan (biofisik) seperti orang geografi, geodesi, geologi, kehutanan, perencana lahan, pertanian, dan sejenisnya. Lahirnya GIS saja sebetulnya sudah merupakan satu lompatan besar dalam pengelolaan data peta, dampaknya begitu besar. Kini juga tersedia aplikasi GIS berbayar dan gratis, umat tinggal memilih mau yang mana. Hal itu tidak lepas dari sosok pencipta GIS, siapa dia? Silahkan lanjut dulu.

Kini pun peta adalah kehidupan sehari-hari kita, lahirnya internet, Google, dan Android misalnya telah membuat peta kini bukan lagi barang mahal, sudah menjadi satu paket dengan isi ponsel pintar, dan bahkan hidup bagi sebagian orang bergantung pada seberapa akurat peta di ponsel memandunya, pengemudi ojol misalnya. Itu juga tidak bisa lepas dari sosok-sosok programmer yang tak pernah lelah dan mendedikasikan hidupnya untuk membuat layanan informasi berbasis web atau online.

Perkembangan GIS dan peta digital saat ini tidak bisa dilepaskan dari ide-ide brilian orang-orang berikut ini. Hanya sedikit dari mereka yang berlatar belakang pemetaan, kebanyakan adalah pemain di dunia teknologi informasi dan komputer, namun ada juga yang seorang pekerja biasa yang hobi dengan programming, dan business man. Mereka yang Lintasbumi ceritakan ini sebetulnya hanyalah tokoh kunci. Di belakang mereka tentunya lebih banyak lagi orang-orang yang menterjemahkan ide-ide tokoh ini menjadi sesuatu yang lebih aplikatif dan bisa kita nikmati saat ini, jumlahnya mungkin ribuan bahkan jutaan. Kita seharusnya juga berterima kasih kepada mereka.



 

1. Roger Tomlinson “The Father of GIS”
Dr. Roger Tomlinson (Sumber : Wikimedia.org)

Di urutan pertama adalah bapak yang satu ini. Pria kelahiran Kanada 17 November 1933 dan meninggal 9 Februari 2014 ini disebut juga sebagai Bapak GIS (Father of GIS).

Di awal karirnya sewaktu masih mudah, beliau merupakan seorang pilot dan staf penerbangan di Angkatan Udara Kerajaan Inggris (Kanada adalah jajahan Inggris). Selepas karir militernya di tahun 1954, beliau kemudian kuliah dengan mengambil 2 jurusan sekaligus yaitu Geografi dan Geologi, sampai gelar Doktornya dari University College of London (UCL).

Dari sinilah petualangannya di dunia pemetaan dimulai. Karena disebut sebagai Father of GIS, pastilah jasa beliau ini besar sekali dalam perkembangan GIS. Apa saja yah yang beliau lakukan?

Pada saat beliau muda selepas dari dinas kemiliterannya, Pak Roger Tomlinson atau RT (istilah dari Lintasbumi) ini kemudian bekerja sebagai dosen lalu juga sebagai manajer pemetaan komputer di Spartan Air Service, lalu terakhir menjadi pegawai pemerintah Kanada tepatnya sebagai Direktur Sistem Perencanaan pada Departemen Pembangunan Kehutanan dan Perdesaan.

Pada saat bekerja sebagai manajer pemetaan di Spartan Air Service di tahun 60 an, sebagai seorang Geograf dia ditantang dan ditugaskan untuk membuat metode penentuan lokasi tanam hutan yang tepat di Kenya. Saat itu di ilmu Geografi sudah dikenal metode overlay, lalu dia melakukannya secara manual melibatkan berbagai peta untuk menentukan lokasi tersebut, namun itu semua ternyata terlalu mahal biayanya. Di tahun 50 an – awal 60 an belum dikenal peta digital, peta masih digambar dan dibuat secara analog.

Pak RT kemudian mempunyai ide untuk mengalihkan pembuatan dan analisis overlay petanya menjadi secara dijital ke dalam komputer, dan ternyata itu lebih efektif. Ide RT dibuat berbasis pemikiran dari ahli Geografi lain seperti Tobler dan orang lainnya sebelumnya, yaitu dengan menghasilkan perangkat input digital kartografi (digitizer) pertama dan kode komputer yang diperlukan untuk melakukan pengambilan dan analisis data, juga mengembangkan konsep yang secara eksplisit menghubungkan data geografis (entitas) dan deskripsi (atribut). IBM sebagai perusahaan komputer besar saat itu, juga berperan dalam inisiasi ini di mana secara simultan memprogram aplikasi pemetaan sebagai terjemahan teknis dari pemikiran RT.

Pendekatannya ini sangat efektif dan mengurangi pekerjaan yang tadinya dikerjakan tiga tahun dengan biaya delapan juta Dollar Kanada menjadi hanya beberapa minggu dengan biaya dua juta Dollar. Dia kemudian menjual pendekatannya ini ke Badan Inventarisasi Tanah Kanada (CLI) yang bertanggung jawab menggunakan data peta untuk membantu pemerintah dalam kegiatan perencanaan penggunaan lahan.

Salah satu momen yang membuat booming metode dari pak RT tersebut adalah adanya tugas dari pemerintah Kanada kepada CLI untuk membuat peta yang mencakup seluruh wilayah kawasan produktif komersial Kanada yang menunjukkan potensi pertanian, kehutanan, satwa liar, dan rekreasi, dengan skema klasifikasi yang sama. Membuat peta seperti itu tugas yang berat, tetapi otomatisasi komputer dapat membantu dalam proses analisis juga. RT adalah orang pertama yang menghasilkan analisis kelayakan teknis menggunakan program pemetaan komputer, dan hal itu menjadi solusi yang layak untuk inventarisasi tata guna lahan dan program pengelolaan seperti yang dilakukan CLI. RT kemudian menamakan metodenya dengan istilah Sistem Informasi Geografis atau SIG dalam paper yang berjudul “A Geographic Information System for Regional Planning”Offsite Link (1968), yang kita kenal hingga sekarang.

Pak RT juga pernah menjadi kepala International Geographical Union (IGU) untuk GIS Commission selama 12 tahun, dan berkat jasanya yang besar di dalam pengembangan SIG dan metode ciptaannya yang bermanfaat bagi banyak orang, dia dianugerahi beberapa penghargaan tinggi di antaranya Canadian Award, tahun 2001 dianugerahi penghargaan warna negara tertinggi Order of Canada oleh Pemerintah Kanada, dan pada tahun 2013 diberi gelar Officer of the Order of Canada oleh Gubernur Jenderal Kanada. Selain itu beliau juga banyak mendapat beberapa gelar Doktor Honoris Causa dari beberapa universitas ternama. Terima kasih dan RIP pak Roger Tomlinson, karyamu abadi.

 

2. Howard Taylor Fisher

Arsitek berkebangsaan Amerika yang lahir tanggal 30 Oktober 1903 ini juga berperan penting dalam melahirkan perangkat lunak pemetaan yang pertama. Pada tahun 1965 Fisher mendirikan Laboratorium Grafik Komputer dan Analisis Spasial di Sekolah Pascasarjana Desain Harvard (Harvard Laboratory for Computer Graphics and Spatial Analysis), dan menjabat sebagai direkturnya hingga 1968.

Pada tahun 1963, Fisher menginisiasi sebuah perangkat lunak bernama SYMAP yang kemudian dikembangkan bersama programmer bernama Betty Benson. SYMAP adalah singkatan dari Synergistic Mapping, sebuah aplikasi untuk menghasilkan peta konformal, proksimal, dan garis kontur pada printer. Pada tahun 1965 dia mendapat dukungan dari Ford Foundation untuk mengembangkan SYMAP bagi pemetaan tematik dan selesai tahun 1966. Selepas pensiun tahun 1968, Fisher tetap mengasistensi pengembangan lanjutan dari SYMAP di laboratorium tersebut yaitu aplikasi SYMVU yang bisa menampilkan data permukaan.

Laboratorium yang dirintis oleh Fisher ini kemudian berkembang menjadi lembaga riset dan pengembangan perencanaan lingkungan, arsitek, dan informasi data spasial yang kredibel di Amerika dan banyak menghasilkan aplikasi-aplikasi pemetaan / pengelolaan data spasial. Hal ini tentunya turut mengembangkan SIG yang bisa dirasakan hingga sekarang.

Selama hidupnya Fisher banyak mendapat penghargaan, dan sebagai bentuk penghormatan atas kontribusinya, namanya diabadikan menjadi sebuah pengahargaan dari Universitas Harvard untuk mahasiswanya yang berprestasi, yaitu Fisher Prize Award.

 

3. Jack Dangermond
Jack Dangermond (Sumber : Wikimedia)

Nah kalau bapak kelahiran tahun 1945 yang satu ini sudah tidak asing bagi pengguna ArcGIS. Dia adalah pendiri sekaligus pemilik ESRI. Mendengar kata ESRI saja kita semua sudah faham dan bisa menerima kenapa sosok yang satu ini adalah salah satu orang penting GIS di dunia.

Pak JD ini sebetulnya dulu di awal sebelum mendirikan ESRI adalah mahasiswa jurusan Arsitektur Landscape di California State Polytechnic University. Ketika mengambil kuliah Master Arsitektur Landscape di Sekolah Pascasarjana Desain Universitas Harvard, dia menjadi anggota (staf?) dari laboratorium nya bapak Howard Taylor Fisher. Bisa dikatakan pak JD ini adalah mantan anak buahnya pak Fisher.

Pada saat itu JD yang visioner memperkirakan bahwa ke depan teknologi pemetaan dan analisis berbasis komputer dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi perencanaan geografis dan ilmu lingkungan, itu adalah sebuah peluang bisnis. Dari situ dia bertekad untuk fokus pada pengembangan teknologi data spasial, lalu bersama istrinya yang bernama Laura mendirikan ESRI tahun 1969, sebuah perusahaan pemetaan komputer dan analisis spasial yang membantu para perencana penggunaan lahan dan manajer sumber daya lahan dalam proses pengambilan keputusannya. Jadilah ESRI berkembang dengan berbagai produknya yang kita kenal sekarang, sangat mewarnai dan bahkan mungkin menentukan perkembangan GIS dunia.

Tahukah anda bahwa mereka berdua mendirikan ESRI bermodalkan tabungan mereka yang hanya berjumlah 2000 US Dollar, dan saat ini kapitalisasi ESRI bersama dengan asetnya yang tersebar di berbagai penjuru dunia sudah bernilai 5,5 Milyar US Dollar. Menjadikan ESRI sebagai perusahaan GIS terbesar di dunia dan JD sebagai salah satu orang terkaya di Amerika, luar biasa!. Tidak heran jika JD bisa membeli tanah seluas 10.000 hektar di pesisir barat California senilai 225 juta US Dollar sebagai area konservasi dan menyumbangkannya kepada TNC (baca : It’s taken Esri’s Jack and Laura Dangermond 50 years and $225m to save this wild coastline).

Sama seperti Roger Tomlinson, JD juga banyak mendapatkan penghargaan atas jasanya dalam pengembangan GIS, lingkungan, dan lainnya di dunia dari berbagai institusi, termasuk Doktor HC. Namanya juga dijadikan sebuah penghargaan bernama Jack Dangermond Award yang diberikan setiap tahun dalam ESRI User Confrence sebagai beasiswa kepada peserta terpilih untuk hadir acara tersebut.



 

4. Sean O’Sullivan
Sean O’Sullivan (Sumber : Wikimedia)

Anda pengguna Mapinfo? Walaupun kini software tersebut sudah kurang kompetitif namanya di dunia software GIS, tapi bagaimanapun keberadaan Mapinfo turut mewarnai perkembangan GIS.

Dulu di tahun 80 – 90 an nama Mapinfo adalah trademark GIS bersaing dengan ArcView (ESRI). Dan lahirnya Mapinfo tidak bisa lepas dari nama orang ini, Sean O’Sullivan (SOS). Bapak SOS ini adalah mahasiswa di Rensselaer Polytechnic Institute (RPI), New York Amerika Serikat. Pada tahun 1985, bapak SOS lulus dari RPI lalu bersama tiga temannya yaitu Laszlo Bardos, Andrew Dressel, dan John Haller mendirikan Mapinfo Corporation di sekitar kampus RPI, dengan motivasi ingin membuat software pemetaan yang murah. Bapak SOS didaulat sebagai direktur pertama Mapinfo Corporation, perusahaan ini juga merupakan bagian dari proyek Inkubator di kampus RPI saat itu.

Sayangnya tidak ada dokumentasi otentik bagaimana Mapinfo diciptakan, tapi salah satu proyeknya adalah untuk aplikasi navigasi namun akhirnya juga tidak menguntungkan dan dihentikan. Baru tercatat pada tahun 1995 di mana software ini resmi namanya menjadi Mapinfo Professional sampai saat ini.

Bapak SOS mungkin sekarang berusia 60 – 65 tahunan, dan sudah tidak berada di Mapinfo Corporation lagi, karena pada tahun 2007 Mapinfo Corporation dimerger dengan Pitney Bowes menjadi Pitney Bowes Mapinfo Corporation. Pada tahun 2019 dijual lagi ke perusahaan bernama Syncsort dan berubah nama perusahaannya jadi Precisely. Dengar-dengar sih setelah dipegang sama di Precisely ini Mapinfo jadi kurang berkembang karena Syncsort sebagai perusahaan induknya memang tidak main di dunia data spasial, tapi banyak bermain di dunia big data.

Tidak banyak juga info tentang bapak SOS, yang jelas saat ini dia sudah punya perusahaan sendiri dengan nama SOSV dan tidak bergerak di bidang data spasial, tapi merupakan perusahaan permodalan dan investasi aplikasi startup khususnya di sektor teknologi dan beliau juga banyak bergerak di kegiatan filantropis.

 

5. Gary Sherman

Nama yang satu ini kayaknya kurang begitu dikenal, kalah dengan ciptaannya. Padahal jasanya besar sekali dalam dunia GIS. Dia adalah orang pertama yang menciptakan software Quantum GIS atau QGIS yang hari-hari ini update an nya selalu ditunggu. Kalau JD mempublish produknya sebagai barang jualan dengan nama ESRI dan ArcGIS, maka bapak yang satu ini berbaik hati menggratiskan ciptaannya dipakai bahkan dikembangkan oleh siapa saja alias open source, berjasa banget kan! Sudah tidak diragukan lagi banyak banget orang yang terbantu dengan QGIS, dan hebatnya pamor QGIS disebut-sebut bisa menyaingi ArcGIS nya ESRI.

Di antara tokoh-tokoh di atas yang semuanya berlatar belakang kampus / akademisi, Pak GS ini di luar itu. Dia juga bukanlah orang berlatar belakang komputer, arsitektur lansekap, apalagi geografi/gologi, namun dia adalah seorang lulusan teknik pertambangan dan mineral, kerjanya juga di perusahaan pertambangan, masih berhubungan lah dengan geologi. Namun dia hobi dengan teknologi komputer.

Dia ini juga di awal kenal dengan GIS adalah pengguna produks ESRI seperti PC Arc/Info dan ArcView GIS. Ada cerita menarik di balik lahirnya QGIS ini, jadi pak GS ini lagi kerja di bidang pertambangan. Tugasnya mengolah, menganalisis dan menampilkan data melalui Qt Framework untuk digunakan di Windows. Nah suatu saat ayahnya pengen membaca dan menampilkan data PostGIS tapi di Linux. Pak GS ini kan hobi ngoprek dan coding, jadi sebagai bakti seorang anak kepada ayahnya kemudian mencoba mengkreasikan aplikasi penampil data PostGIS tetapi melalui Qt Framework dan C++ untuk Linux. Jadi QGIS itu asalnya gak serius, sekedar hobi dan keingintahuan yang tinggi, luar biasa!

Lanjut ceritanya pak GS, kemudian source code si aplikasi tadi (belum ada namanya) dia share di sourceforge dan mencari kontributor yang mau mengembangkannya. Versi pertama yang stabil dirilis tahun 2002 (Juli 2002) dan kata dia hanya untuk menampilkan data PostGIS itupun ‘lola’ alias lambat sekali loadingnya. Setelah rilis itu, barulah ada kontributor yang mau bantu ngembangin di Oktober 2002, total ada 20 kontributor pertama yang membuat QGIS seperti terlihat sekarang. Siapa saja ya mereka? jadi penasaran dan harusnya mereka masuk di hall of fame nya QGIS. Kalau sekarang sih kontributornya sudah banyak dan jadi formal (baca : Who is who in the project).

Atas jasanya itu pak GS diberi penghargaan Sol Katz Award untuk jasanya dalam pengembangan perangkat lunak geospasial terbuka dan gratis, pada tahun 2014 dalam acara tahunan software GIS open source dunia FOSS4G, serta dia diangkat sebagai anggota kehormatan sekaligus seumur hidup dari organisasi QGIS. Mungkin namanya bahkan bisa disejajarkan dengan Roger Tomlinson, tapi sebagai “The Father of Opensource GIS“.

 

6. Lars Rasmussen and Jens Rasmussen
Lars dan Jens Rasmussen (Sumber : flickr.com)

Mereka ini adalah 2 bersaudara programmer komputer berkebangsaan Demnark pembuat pertama Google Maps. Walaupun bisa dikatakan kontribusinya terhadap pengembangan GIS tidak langsung, tapi aplikasi Google Maps (dan data geospasial di dalamnya) yang mereka ciptakan saat ini sangat mewarnai berbagai aplikasi GIS dan membuat penggunaan peta digital menjadi universal.

Dua bersaudara ini pada tahun 2002 mendirikan perusahaan bernama Where 2 Technologies di Australia bersama dua orang lainnya yaitu Noel Gordon and Stephen Ma. Aplikasi yang mereka kembangkan berbasis C++ sebagai sebuah aplikasi navigasi berbasis peta desktop. Singkatnya aplikasi yang dikembangkan oleh mereka menarik minat Google dan akhirnya pada tahun 2004 perusahaan mereka dibeli oleh Google.

Setelah itu pengembangan selanjutnya menjadi murni berbasis web dan menggunakan bahasa program lainnya seperti XML, javascript, dan lainnya serta namanya berubah menjadi Google Maps. Praktis setelah dibeli oleh Google mereka berdua (dan mungkin juga pendiri lainnya) menjadi karyawan Google dan berperan besar dalam membuat Google Map seperti sekarang, apalagi kemudian dimerger dengan Google Earth (data citra satelit).

Google Maps kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di era serba digital ini. Mereka berdua dengan karya-karyanya telah memiliki banyak paten dan juga mendapat banyak penghargaan karena manfaat yang besar dari ciptannya bagi kehidupan sehari-hari. Lars Rasmussen adalah seorang pemegang gelar PhD dan sejak tahun 2010 sudah pindah ke Facebook.

Baca Juga :

 

7. Steve Coast
Steve Coast (sumber: Wikimedia)

Kalau membicarakan Google Map, pasti akan membicarakan juga ‘kompetitornya’ yaitu OpenStreet Map atau OSM. Siapa sosok di balik OSM? Dia adalah pria berkewarganegaraan Inggris kelahiran tahun 1980 bernama Steve Coast. Lulusan Ilmu Komputer dari University College London (UCL) ini membuat inisiasi proyek OSM tahun 2004.

Latar belakang lahirnya OSM adalah kakunya hal-hal yang berkaitan dengan hak intelektual data spasial khususnya di Inggris dan umumnya di manapun. OSM adalah suatu data yang sifatnya terbuka dan kolaboratif, siapapun bisa berkontribusi melengkapi datanya dan bisa digunakan oleh siapapun secara bebas.

OSM juga telah menjadi salah satu alternatif data global yang digunakan dalam navigasi, selain karena gratis, juga karena datanya lumayan detail dan bisa digunakan dalam berbagai platform. Hal itu tentunya sangat mewarnai perkembangan GIS sama seperti Google Maps.

 

Referensi :



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *