Beberapa Definisi Penginderaan Jauh

Setelah di postingan sebelumnya Lintasbumi menelusuri beberapa definisi SIG yang biasa ‘nampang’ di hasil pencarian Google, postingan yang ini untuk melengkapinya dengan definisi Penginderan Jauh atau Remote Sensing. Sama seperti postingan tentang definisi SIG, postingan ini juga merupakan hasil tracing yang dilakukan Lintasbumi secara online. Semua definisi Penginderaan Jauh ‘berbahasa Indonesia’ yang ‘nongol’ di Google dan disitasi di berbagai publikasi Indonesia, berasal dari ilmuwan, peneliti, atau institusi asing, hanya sedikit yang berasal dari Indonesia. Di sisi lain definisi tentang Penginderaan Jauh juga telah ada dalam UU No. 21 tahun 2013 dan Peraturan Pemerintah No. 11 tahun 2018, sehingga bisa ada rujukan formalnya.

Ada hal menarik yang Lintasbumi temui yaitu adanya diskursus di mana meletakan Penginderaan Jauh. Sebagian kalangan berpendapat merupakan sebuah ilmu tersendiri, di pihak lain ada yang menganggapnya hanya sebuah tools, namun ada juga yang mengaggap kedua-duanya. Sepertinya kondisi itu juga berlaku untuk SIG. Ini bisa dilhat dari masing-masing definisi yang Lintasbumi tuliskan di bawah ini.

Lihat juga : Penelusuran Beberapa Definisi Sistem Informasi Geografis atau SIG



Definisi Penginderaan Jauh Versi Perorangan

“Seni dan ilmu untuk mendapatkan informasi tentang obyek, area atau fenomena melalui analisa terhadap data yang diperoleh dengan menggunakan alat tanpa kontak langsung dengan obyek, daerah ataupun fenomena yang dikaji.” (Lillesand dan Kiefer,1979).

“Variasi teknik yang dikembangkan untuk perolehan dan analisis informasi tentang bumi. Informasi tersebut berbentuk radiasi elektromagnetik yang dipantulkan dan dipancarkan dari permukaan bumi.” (Lindgren, 1985).

“Ilmu untuk memperoleh informasi tentang suatu objek dari pengukuran yang dilakukan pada jarak dari objek, yaitu, tanpa benar-benar bersentuhan dengannya. Kuantitas paling sering diukur dalam sistem penginderaan jauh saat ini adalah energi elektromagnetik yang berasal dari objek yang menarik, dan meskipun ada kemungkinan lain (misalnya gelombang sismik, sonik gelombang, dan gaya gravitasional), perhatian kita terfokus pada sistem yang mengukur energi elektromagnetik.” (Landgrebe, 1978).

“Teknik mengamati permukaan bumi atau atmosfer dari luar angkasa menggunakan satelit (space borne) atau dari udara menggunakan pesawat udara (airborne).” (Aggalwar, 2003).

“Ilmu untuk memperoleh informasi tentang permukaan bumi tanpa benar-benar bersentuhan dengannya.” (Kohl, et al., 2006).

“Praktek memperoleh informasi tentang tanah bumi dan permukaan air menggunakan gambar yang diperoleh dari perspektif overhead, menggunakan radiasi elektromagnetik dalam satu atau lebih banyak wilayah spektrum elektromagnetik, yang dipantulkan atau dipancarkan dari permukaan bumi.” (Campbell, 2011).

“Memperoleh data tentang suatu objek tanpa menyentuhnya.” (Jensen, 2007)

“Rekaman informasi tanpa kontak dari daerah ultraviolet, tampak, inframerah dan gelombang mikro spektrum elektromagnetik dengan menggunakan instrumen seperti seperti kamera, pemindai, laser, array linier, dan/atau area array terletak di platform seperti pesawat atau pesawat ruang angkasa, dan analisis informasi yang diperoleh melalui visual dan pemrosesan gambar digital.” (Jensen, 2007)

“Kegiatan merekam, dan mempersepsikan (penginderaan) objek atau peristiwa di tempat yang jauh. Penginderaan jauh mengacu pada ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memperoleh informasi tentang permukaan bumi (yaitu, darat dan laut) dan atmosfer menggunakan sensor di udara (misalnya, pesawat atau balon) atau platform spaceborn (misalnya, satelit dan pesawat ulang-alik).” (Weng, 2010).

“Upaya untuk memperoleh, menemutunjukkan (mengidentifikasi) dan menganalisis objek dengan sensor pada posisi pengamatan daerah kajian.” (Avery dan Berlin, 1985)

“Ilmu-teknik-seni untuk memperoleh informasi atau data mengenai kondisi fisik suatu benda atau obyek, target, sasaran maupun daerah dan fenomena tanpa menyentuh atau kontak langsung dengan benda atau target tersebut.” (Soenarmo, 2009)

“Ilmu untuk memperoleh, mengolah dan menginterpretasi citra yang telah direkam yang berasal dari interaksi antara gelombang elektromagnetik dengan suatu objek.” (Sabins, 1996)

“Penggunaan sensor radiasi elektromagnetik untuk merekam gambar lingkungan bumi yang bisa diinterpretasikan sehingga berproduksi informasi yang ada manfaatnya.” (Curran, 1985)



Definisi Penginderaan Jauh Versi Institusi

“Ilmu (dan sampai batas tertentu, seni) memperoleh informasi tentang permukaan bumi tanpa benar-benar bersentuhan dengan itu. Ini dilakukan dengan merasakan dan merekam energi yang dipantulkan atau dipancarkan dan memproses, menganalisis, dan menerapkan informasi tersebut”. (CCRS).

“Proses mendeteksi dan memantau karakteristik fisik suatu area dengan mengukur radiasi yang dipantulkan dan dipancarkan dari jarak jauh (biasanya dari satelit atau pesawat terbang).” (USGS)

“Memperoleh informasi dari jarak jauh.” (NASA)

“Pengambilan atau pengukuran data / informasi mengenai sifat dari sebuah fenomena, obyek atau benda dengan menggunakan sebuah alat perekam tanpa berhubungan langsung dengan bahan studi.” (NASA dalam Puntodewo et al., 2003).

 

Definisi Penginderaan Jauh Versi Peraturan

“Penginderaan permukaan bumi dari dirgantara dengan memanfaatkan sifat gelombang elektromagnetik yang dipancarkan, dipantulkan, atau dihamburkan oleh objek yang diindera.” (UU No. 21 tahun 2013 dan PP No. 11 tahun 2018).

 

Status Sumber Belum Jelas

“Pengukuran atau perolehan informasi dari beberapa properti dari suatu objek atau fenomena, dengan rekaman perangkat yang tidak melakukan kontak fisik atau intim dengan objek atau fenomena yang sedang dipelajari.” (ASPRS, ..?)



Referensi

Aggarwal S. 2003. Satellite Remote Sensing and GIS Applications in Agricultural MeteorologyPrinciples Of Remote Sensing. Chapter 2 : Principles Of Remote Sensing. Proceedings of the Training Workshop 7-11 July, 2003, Dehra Dun, India. Penerbit : World Meteorological Organisation, Geneva. Link.

Avery T. E., Berlin G. L. 1985. Interpretation of Aerial Photographs. Penerbit : Burgess Publishing Company, Minneapolis, Amerika Serikat. Link.

Campbell J. B. 2011. Introduction to Remote Sensing, 5th edition. Penerbit : The Guilford Press, New York. Link.

[CCRS] Canada Centre for Remote Sensing. Tanpa Tahun. Fundamentals of Remote Sensing – A Canada Centre for Remote Sensing Remote Sensing Tutorial. Penerbit : Canada Centre for Remote Sensing. Link: https://www.nrcan.gc.ca/sites/www.nrcan.gc.ca/files/earthsciences/pdf/resource/tutor/fundam/pdf/fundamentals_e.pdf. Link.

Curran P. J. 1985. Principles of Remote Sensing. International Journal of Remote Sensing, Volume 6, Issue 11 November 1985.

Jensen, J. R. 2007. Remote Sensing of the Environment: An Earth Resource Perspective. 2nd Edition. Penerbit: Pearson Prentice Hall, Upper Saddle River.

Kohl M., Magnussen S. S., Marchetti M. 2006. Sampling Methods, Remote Sensing and GIS Multiresource Forest Inventory. Penerbit : Springer-Verlag Berlin Heidelberg. Link.

Landgrebe D. A. (1978). The Quantitative Approach: Concept and Rational. Penerbit :  McGraw-Hill International Book Company.

Lillesand T. M., Kiefer R. W. 1979. Penginderaan Jauh dan Interpretasi Citra. Penerbit : Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Lindgren D.T. 1985. Land Use Planning and Remote Sensing. Penerbit : Martinus Nijhoff Publishers, Doldrecht. Link.

[NASA] The National Aeronautics and Space Administration. What is Remote Sensing? Sumber : https://earthdata.nasa.gov/learn/backgrounders/remote-sensing

Pemerintah RI. 2013. Undang-Undang No. 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan. Link.

Pemerintah RI. 2018. Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2018 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Kegiatan Penginderaan Jauh. Link.

Puntodewo A., Dewi S., Tarigan J. 2003. Sistem Informasi Geografis Untuk pengelolaan sumberdaya alam. Penerbit : CIFOR, Bogor. Link.

Sabins F. F. 1996. Remote Sensing: Principles and Interpretation. 3rd Edition. Penerbit : W. H. Freeman and Company, New York, 494 p.

Soenarmo S.H. 2009. Penginderaan Jauh dan Pengenalan Sistem Informasi Geografi Untuk Bidang Ilmu Kebumian. Penerbit ITB, Bandung.

[USGS] United States Geological Survey. What is remote sensing and what is it used for? Sumber : https://www.usgs.gov/faqs/what-remote-sensing-and-what-it-used?qt-news_science_products=0#qt-news_science_products

Weng Q. 2010. Remote Sensing an GIS Integration, Theories, Methods and Applications. Penerbit : McGraw-Hill, New York. Link.

Sumber Gambar :

Wikimedia : https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/b7/Meteosat_Third_Generation_ESA418057.jpg/1200px-Meteosat_Third_Generation_ESA418057.jpg



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *