Buat Tools Sendiri Di ArcGIS, Kenapa Tidak !? – Bagian 2

ESRI memberikan keleluasaan kepada pengguna ArcGIS untuk memodifikasi (menambah) tools yang ada di dalamnya. Syaratnya adalah pengguna harus memahami setidaknya dasar-dasar pemrograman Python khususnya ArcPy. Di dalam help ArcGIS sendiri sebetulnya sudah diterangkan (dicontohkan) bagaimana cara untuk membuat dan menampilkan tools berbasis Python (ArcPy), namun biasanya kurang bisa difahami dan kurang terstruktur tahapannya, terutama bagi pengguna yang kurang memahami pemrograman. Pada tulisan bagian pertama, saya jelaskan pengalaman saya mempersiapkan sebuah file python (.py) yang script nya berasal dari sebuah forum gratisan di internet, lalu bisa jadikan sebuah tools. Berikut ini adalah kelanjutannya, di mana pada bagian ini lebih menekankan pada teknis memunculkannya pada ArcToolbox.

#4. Membuat tools, setelah file python siap, langkah selanjutnya adalah membuat tools di ArcMap. Caranya buka ArcCatalog dan arahkan ke My Toolbox atau ke folder yang diinginkan. Buat terlebih dulu sebuah toolbox baru, caranya di My Toolbox atau folder klik kanan – New – Toolbox.

Setelah toolbox dibuat, klik kanan lagi toolbox tersebut dan klik Add – Script

Kini muncul jendela tools baru (Add Script). Pada bagian Name beri nama yang anda inginkan, jangan menggunakan spasi atau underscore. Pada bagian Label ketikan nama tools yang anda inginkan (bebas bisa memakai spasi), untuk bagian selanjutnya hanya optional (tidak harus diisi) dan biarkan apa adanya (default). Setelah itu klik Next.

Setelah itu muncul jendela untuk menentukan file python (.py) yang akan kita jadikan tools, arahkan ke file tersebut. Biarkan pilihan di bawahnya, klik Next.

Selanjutnya pada jendela yang muncul lagi kita tentukan dan ketikan nama parameter yang kita maskud, pada Display Name ketikan nama paramater (bebas menyesuaikan keinginan anda, lihat contonya gambar kanan), pada Data Type tentukan tipe data paramater yang dimaksud. Misalnya untuk Input dan Output pada kasus ini (gambar kiri) Data Type adalah Feature Class (lihat juga di bawahnya), dan khusus untuk output maka di bawah tentukan juga Direction nya harus Output (gambar kiri). Untuk parameter Lebar dan Tinggi, Data Type adalah Long (Integer) (lihat gambar kanan). Perhatikan, urutan peletakan paramater (harus) menyesuaikan dengan urutan variabel seperti pada tulisan sebelumnya. Jika sudah selesai semua, klik Finish dan kini anda sudah mempunyai sebuah tools yang siap dieksekusi.

Contoh ilustrasi di gambar atas kanan adalah tools yang sudah jadi dan dimodifikasi kembali. Di bawah ini adalah tampilan tools yang sudah berhasil di buat, jika didouble klik maka tampilan toolsnya adalah seperti terlihat di ilustrasi sebelah kanan.

Silahkan dicoba dengan file anda sendiri, hasil ekseskusi (contoh saya My_Square.shp) bisa dilihat pada ilustrasi berikut. Tools yang berhasil dibuat biasanya tidak akan otomatis muncul lagi jika anda membuka ArcMap baru (kosong), anda tetap harus memanggilnya, caranya di toolbox tinggal klik kanan – add toolbox dan arahkan ke toolbox yang dibuat tadi.

Selain membuat sendiri, sebetulnya pengguna ArcGIS juga bisa mencari tools atau toolbox yang sudah jadi, pengguna bisa mendapatkan tools salah satunya dari Analysis and Geoprocessing Tool Gallery di Arcgis.com. Pengguna bisa mencari dan juga berbagi tools di dalamnya. Pengguna tinggal cari yang diinginkan, setelah didapat (unduh) tools yang sesuai. Jika formatnya zip/rar diekstrak dulu, di dalamnya ada file .tbx, setelah itu langsung saja add toolbox (file .tbx tersebut) pada ArcToolbox, setelah muncul jalankan seperti biasa.

Selamat mencoba, semoga sukses.

Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *