Maksud Hati Mendownload Shp Desa Indonesia Gratisan, Yang Terjadi Justru…..

Senin pagi 29 Oktober 2018 itu tumben-tumbenan saya malas bangun pagi, padahal jam 06.30 saya seperti biasa harus mengantar anak saya yang kecil ke sekolahnya, karena hari senin pagi biasanya harus ikut upacara dulu jadi harus sampai sekolahnya lebih awal. Sehabis sholat shubuh jam 04.45 yang kurang khusyu karena masih tergoda kasur yang empuk, akhirnya saya putuskan untuk rebahan lagi melanjutkan tidur yang terputus, paling tidak sampai jam 6 an lah fikir saya, sebelum akhirnya harus bangun karena nganter si kecil ke sekolahnya. Pagi itu langit Bogor sedikit mendung, maklum memang sudah memasuki musim hujan. Singkat cerita terjadilah skenario tadi, saya pun pulang kembali ke rumah jam 7 an lebih setelah diselingi sarapan soto ayam di jalan menuju rumah.

Sampai rumah tumben-tumbenan di pintu depan istri tercinta sudah menunggu, namun ternyata dia ingin memberi kabar ke saya bahwa di berita televisi ada breaking news saat itu yang memberitakan jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 sekitar jam setengah 7 di perairan Tanjung Pakis Karawang. “Kecelakaan Lion Air lagi…!?” tanya saya penuh kekagetan. Istri saya khawatir karena saya minggu depannya ditugaskan untuk terbang ke Pulau Buru atau tepatnya ke Namlea ibukota Kabupaten Buru untuk melakukan survey, dia berharap saya tidak ikut saja dan jangan naik pesawat dulu untuk beberapa waktu. Namun percakapan tadi justru mengingatkan saya juga bahwa saya sampai detik itu belum punya data batas desa Kabupaten Buru, padahal saya harus survey sampai ke desa pedalamannya. Memang sih sudah dapat dari situs kabupatennya namun hanya ada peta batas kecamatan itupun format jpg yang kurang jelas.

Masuk rumah nonton televisi mengikuti perkembangan Lion Air JT-610 tak lupa sambil kerja depan laptop dan berinternet, hunting data shp desa Indonesia ‘gratisan’ di dunia maya lewat bantuan mbah Google, karena setelah dikonfirmasi di dunia offline teman-teman saya pun tidak mendapatkannya. Padahal dalam minggu itu saya harus bisa membuat peta-peta kerja sebagai dukungan ke tim survey di Kabupaten Buru nanti dan lokasi atau batas desa itu yang diutamakan. Setelah saya memberondong Mbah Google dengan berbagai kata kunci yang intinya “shp peta desa Indonesia” keluarlah situs-situs yang membagikan informasi download shp peta batas desa Indonesia.

Saya akan mengulas hasil pencarian shp desa Indonesia waktu itu, namun tidak semua situs yang saya akses waktu ini saya ulas, saya hanya mengulas 5 situs dari hasil pencarian 30 besar atau 3 halaman pertama Mbah Google saja. Kalaupun ada kriteria yang lain adalah aman koneksinya, serta yang pasti hanya situs yang betul-betul berbagi peta desa se-Indonesia saja yang dibahas.

Sekilas mengenai Kabupaten Buru yang waktu itu akan saya survey, wilayahnya mempunyai 10 kecamatan dengan Kecamatan Namlea sebagai ibukota kabupatennya, di sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Buru Selatan. Kabupaten ini terkenal karena Novel Pramoedya Ananta Toer dan merupakan lokasi pembuangan tahan politik terkait PKI sewaktu zaman orde baru. Sekarang daerah ini sudah maju dan menjadi lumbung padi Indonesia timur, serta terkenal sebagai sentra kayu putih terbesar di Indonesia. Sebagai catatan tambahan, Kabupaten Buru dimekarkan tahun 2012 menjadi 10 Kecamatan, ini berarti peta desa yang saya perlukan harus tahun 2012 – 2013 atau setelahnya. Berikut ini saya sajikan dan sedikit diulas peta-peta desa Indonesia format shp yang pernah saya dapatkan waktu itu.

Peta #1, dari situs info-geospasial.com

Situs tersebut tidak hanya berbagi peta desa, tapi juga anda bisa mengunduh peta lainnya seperti batas provinsi, kabuaten, kecamatan, sungai, pantai, dan lain-lain, dan ada 2 versi file peta desa. Pertama memiliki ukuran shp 101 MB dan kedua Desa Podes BPS 476 MB (setelah diekstrak). Untuk versi pertama dari cek tabel atribut terdapat 66.187 poligon, terdapat kolom nama provinsi sampai desa, ada kolom kode BPS namun ternyata hanya kecamatan dan sebagian besar tidak terisi. Cek poligon menemukan adanya beberapa poligon desa yang hilang, Provinsi Kalimantan Utara belum ada masih bagian Kaltim. Ketika dikomparasi dengan Kabupaten Buru ternyata di data ini belum ada, masih merupakan bagian Kabupaten Maluku Tengah, bisa dipastikan ini adalah data lama. (Peta 1A)

Untuk peta versi kedua Podes BPS 2014 berukuran 476 MB (setelah diekstrak), dari cek tabel atribut terdapat 81.133 poligon, terdapat kolom nama provinsi sampai desa dan ada kolom kode BPS yang terisi untuk semua tingkatan (provinsi sampai desa). Versi kedua ini termasuk lengkap namun hati-hati ada nama kecamatan dan desa yang beratribut danau atau hutan. Pengecekan dengan Kabupaten Buru sudah sesuai yaitu 10 Kecamatan, berarti shp ini up to date, good! (Peta 1B)

Peta #2, dari situs Agus Nepster

Halaman berbagai data shp di situs ini sama dengan nomor 1, peta desanya sama dengan versi pertama situs no 1, masih data lama.

Peta #3, dari situs Lab SIG UM Purwokerto

Halaman situs ini khusus berbagi peta desa. Ukuran file shp 68.6 MB (setelah diekstrak), dari cek tabel atribut terdapat 66.290 poligon, terdapat kolom nama provinsi sampai desa, beserta luasnya, tidak ada kolom kode BPS, Provinsi Kalimantan Utara belum ada masih bagian Kaltim. Ternyata setelah dikomparasi dengan Kabupaten Buru pun ternyata di data ini belum ada, masih merupakan bagian Kabupaten Maluku Tengah, bisa dipastikan ini adalah data lama juga.

Peta #4, dari situs Lentera Merah

Halaman berbagai data shp di situs ini sama dengan nomor 1, peta desanya sama dengan versi pertama situs no 1, masih data lama.

Peta #5, dari situs Geotekno

Situs yang dikelola oleh teman saya mas Edi Purnomo ini di halaman tersebut khusus berbagai data Peta Administrasi Indonesia [Data PODES], postingan tahun 2012. Sayangnya pada shp yang dibagikan belum semua provinsi ada shp nya, baru 20 provinsi saja (dibuat terpisah per provinsi dan kabupaten). Ukuran total file shp 109 MB (setelah diekstrak). Namun untungnya Provinsi Maluku yang saya maksud ada. Setelah saya cek dan di symbology ternyata di peta versi ini baru ada 5 Kecamatan di Kabupaten Buru, Kalimantan Utara juga belum ada (masih Kaltim).

Peta #6, versi offline (tambahan)

Secara offline saya tetap tanya sana tanya sini untuk bisa mendapatkan shp desa Kabupaten Buru versi lain, setelah berhari-hari dan menjelang waktu survey tanggal 5 November akhirnya satu teman saya di konsultan berbaik hati berbagi data shp desa Indonesia yang dia punya, file shp tersebut berukuran 263 MB, atribut sama dengan Peta 1B. Menurutnyapeta tersebut sesuai PODES BPS, bertarikh tahun 2016 (sebagai info PODES BPS terakhir tahun 2014, tahun 2019 ini katanya sudah keluar PODES 2018 tapi saya belum mendapat informasi lanjutannya lagi).

Berikut ini adalah perbandingan ke 6 peta tersebut dalam QGIS;

1 Garis Batas

Kalau kita bicara garis batas, selalu saja ada perbedaan. Perbedaan garis batas administrasi pada peta di negara ini adalah suatu perdebatan yang saya fikir tiada akan ada habisnya. Banyak institusi yang membuat peta baik pemerintah maupun swasta, jadi itu manusiawi. Namun sejauh yang saya tahu belum ada suatu kebijakan entah itu berupa UU, Perpres, PP, dan sebagainya yang ‘memerintahkan’ bahwa acuan garis batas administrasi adalah apa, baru UU 4/2011 Geospasial dan PP 9/2014 yang ‘memerintahkan’ pembuatan peta tematik harus mengacu pada peta dasar BIG, namun untuk batas data BIG belum bisa dijadikan acuan. Memang sih kesepakatan garis batas antar pemerintah daerah yang berbatasan terkadang masih bermasalah, apalagi jika menyangkut tanah milik pribadi dan sumber daya alam yang bernilai tinggi.

Ketika data-data garis batas sudah menjadi ‘barang di dunia maya’ dan pihak yang men-share tidak memberikan info, maka susah bagi kita untuk melacak itu peta versi siapa atau lembaga mana. Itulah yang terjadi dengan 5 data gratis dari situs di atas. Hasil pengecekan di QGIS menunjukan ada 3 versi garis batas desa (dan kecamatan). Kelompok pertama versi peta 1A, 2, dan 4. Kelompok kedua versi peta 5. Kelompok ketiga versi peta no 1B dan 6, lihat gambar di bawah. Hal lainnya menunjukan bahwa garis batas versi peta 5 tidak memasukan Pulau Ambelau di sebelah selatan Pulau Buru (masuk Kabupaten Buru Selatan), sementara pada peta 4 ada tapi salah bentuk dan posisi pulaunya. Ini kemungkinan bisa terjadi di pulau-pulau lain pada data tersebut.

Perbandingan garis batas desa di Pulau Buru

2 Posisi Garis Pantai

Jika dibandingkan dengan Google Map ternyata garis pantai pada peta 1A, 2, dan 4 bergeser ke arah barat sejauh 700 meter, jika diperbesar malah antara peta 1A dan 4 juga berbeda posisi garis walaupun ‘sedikit’. Sementara untuk peta 1B, peta 5, dan peta 6 relatif sama dengan garis pantai di Google Map.

Pergeseran garis batas/pantai di Pulau Ambelau pada peta no 1A, 2, dan 4 dibanding Google Map

Namun jika diperbear lagi lebih detil untuk peta 5 dan grup peta 1B/6, sebagai contoh diperbesar di sekitar Kota Ambon, terlihat keduanya juga berbeda versi garis batas desa baik di dalam maupun garis pantainya, garis batas peta 5 terlihat lebih ‘pas’ garis pantainya.

Perbedaan versi garis batas peta 5 dan peta 1B/6
Perbandingan masing-masing peta di utara Ambon

3 Data Atribut

Ini yang juga penting, karena peta 1A, 2, 3, 4 dan 5 tidak up to date, maka tidak saya lakukan pengecekan. Kebetulan saya akan survey di Kecamatan Fena Leisela, dan menurut data BPS di sana terdapat 13 desa. Itu artinya di setiap shp nama dan jumlah desa harus sama.

Nama-nama desa di Kecamatan Fena Leisela dari BPS Kabupaten Buru

Hasil pengecekan menunjukan kedua peta telah mempunyai atribut yang sama dengan data BPS, bedanya kalau peta 1B belum di ‘dissolve’ sedangkan yang peta 6 sudah di ‘dissolve’.

Atribut peta 1B untuk Kecamatan Fena Leisela
Atribut peta 6 untuk Kecamatan Fena Leisela

Berdasar tiga kriteria itu, akhirnya saya memutuskan memakai versi peta no 6. Peta Kecamatan Fenaleisela dan lokasi Danau Rana yang menjadi tujuan saya, bisa dilihat di akhir posting ini. Happy ending-nya saya tetap terbang ke Pulau Buru dengan maskapai lain dan Alhamdulillah kembali lagi ke Bogor dengan selamat sehingga masih bisa berbagi dengan anda saat ini. So, jika anda sedang membutuhkan shp batas desa gratis dan ingin mengunduhnya dari dunia maya, mudah-mudahan pengalaman saya ini bisa menjadi pertimbangan, dari manapun nantinya peta yang akan anda pilih.

* Mohon maaf peta 6 belum bisa saya share berhubung ada pesan dari sponsor, setidaknya untuk saat ini.

Danau Rana dan Peta Kecamatan Fena Leisela
Bagikan ini:

3 komentar tentang “Maksud Hati Mendownload Shp Desa Indonesia Gratisan, Yang Terjadi Justru…..”

  1. Masih nyari untuk kabupaten lima puluh kota (sumbar), Kampar (Riau), dan Sangihe dan Minahasa Utara (Sulawesi Utara). Untuk data masih PODES 2014, punya linknya kah untuk yang seri PODES 2016 atau 2018 bang?

  2. Maaf mas, kalau link untuk beli SHP podes terbaru ada ga mas?…btw, saya juga di bogor mas, sapa tahu ada koneksi untuk shp file saya bisa dikontak mas, makasih sebelumnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *