Peta Gratis Dengan Mengunduh Fitur Dari ArcGIS Rest Service (Bagian 1)

Pernahkah anda sebagai pengguna SIG mengunjungi situs geoportal? Mungkin pernah atau sering. Saat ini geoportal di Indonesia sebagian besar menggunakan ArcGIS Server seperti Ina Geoportal, atau Geoportal KemenLHK, sebagian kecil lainnya menggunakan Geoserver. Pernahkah terfikir bagaimana caranya bisa memperoleh data spasial dari sana, tentunya dalam format ‘siap pakai’ secara online?

Memang geoportal semacam Ina Geoportal sudah menyediakan unduh data spasial berformat shp secara gratis untuk pengguna terdaftar. Namun kebanyakan situs webgis atau geoportal lainnya tidak atau belum sepenuhnya membuka fasilitas mengunduh data spasialnya secara gratis, mereka hanya memberikan kemudahan kepada pengguna SIG untuk menampilkan data spasial secara online di aplikasi SIG melalui WMS, WFS, ArcGIS Rest Service, dan lain-lain.

Di sisi lain rumitnya birokrasi untuk memperoleh data spasial dari lembaga pemerintah ataupun swasta lainnya menjadikan pengguna SIG atau Inderaja selalu berusaha mencari sumber-sumber atau cara-cara alternatif untuk bisa memperoleh data spasial secara online dan kalau bisa gratis! Ya tentu saja siapa yang tidak ingin memperoleh data spasial dijital secara cuma-cuma alias gratis.

Karena itu biasanya pengguna SIG dan Inderaja senang ‘mengutak-atik’ berbagai trik dunia maya untuk mendapatkan celah-celah yang bisa dimanfaatkan sekecil apapun agar mendapat peta dijital gratis. Salah satunya adalah bagaimana mengekstraksi data spasial dari situs atau web berbasis ArcGIS Rest Service yang saat ini banyak digunakan kementerian / lembaga pemerintah di pusat, bahkan sudah pula digunakan oleh beberapa pemerintah daerah (walaupun beberapa ada yang mati suri). Contohnya adalah peta-peta digital dari KemenLHK yang bisa dilihat di Geoportal KemenLHK.



Query Pada ArcGIS Server

Query atau sederhanya menseleksi data adalah hal yang umum di dalam dunia database dan pada ArcGIS Server pun tentu saja ada. Proses query pada ArcGIS Server ini tidak hanya berfungsi untuk menseleksi data spasial atau layer yang ada di dalamnya, namun juga bisa digunakan untuk mengunduh data yang terpilih tadi dalam format data spasial populer semacam KML, JSON, dan GeoJSON. Lengkapnya silahkan baca penjelasan ESRI ini.

Lintasbumi telah mencoba dua metode query ArcGIS Server untuk bisa mengekstrak secara online data spasial dari ArcGIS Rest Service menjadi format yang siap digunakan hanya dalam hitungan menit. Lama proses ekstraksi bergantung pada jumlah fitur dari layer yang akan diunduh, semakin banyak tentu akan semakin lama. Namun yang tak kalah penting adalah cara ini legal, bukan hack ! Ya legal sepanjang admin dari si ArcGIS Rest Service nya menginzinkan fungsi query.

Pada tulisan bagian 1 ini akan dijelaskan metode pertama yaitu memanfaatkan fasilitas Query di ArcGIS Rest Service, di mana dari situ anda akan bisa mendapatkan data spasial berformat json, geojson, atau kmz.

Berikut adalah ‘senjata’ yang harus anda siapkan dan langkah yang harus dilakukan;

  • Sudah mengetahui alamat ArcGIS Rest Service yang dituju.
  • Software SIG semacam QGIS (disarakan), ArcGIS, dll.
  • Koneksi internet yang kenceng dan kuota banyak (atau wifi gratis he he..)
  • Kesabaran dan;
  • Sedikit keberuntungan.
Let’s do it
#Pertama: temukan alamat url situs ArcGIS Rest Service

Anda harus mencari alamat (url) situs ArcGIS Rest Service yang kira-kira anda butuhkan datanya (anda bisa melakukannya dengan bantuan mbah Google). Berikut beberapa sumber ArcGIS Rest Service dari Indonesia yang Lintas Bumi sitat dari situs ppids-ugm, dengan beberapa tambahan dan update link terbaru (baru) hasil pengecekan Lintas Bumi di bulan Agustus 2018. Beberapa yang dicoret url nya tidak aktif atau error, namun ada juga yang masih bisa diakses melalui ArcMap. Selain alamat di bawah ini anda juga bisa mencari yang lain.

Kementerian/Lembaga

Geoportal Nasional Indonesia (INA-SDI)

BNPB

Kementerian Kelautan dan Perikanan

Kementerian PU 2 (SIGI-PU)

Kementerian Kehutanan

Kementerian Pertanian

Kemendagri (DUKCAPIL)

Kemenparekraf

LAPAN

ESDM

Kemenhub

Kementerian PDT

ATR / BPN

BMKG

KPU

BPJT PU

Dirjen Penataan Ruang PU

Bappenas

Dewan Energi Nasional

Kementerian Perdagangan

BKPM

Pushidros AL

Pemerintah Daerah

DKI Jakarta

Kalimantan Selatan

Kalimantan Timur

Jawa Barat

Bali

Pemkab Pidie

Lain-lain

PPIDS FT UGM

WWF Indonesia

TDMRC Unsyiah Aceh

WFP Indonesia

Indonesian Networks News

IPB

 

#Kedua: pastikan alamat url lengkap layer

Setelah anda kunjungi situs ArcGIS Rest Service tersebut, maka pastikan layer mana yang akan anda unduh beserta alamat url-nya. Lintas Bumi mengambil contoh http://idsd.depok.go.id/arcgis/rest/services dari WebGIS Kota Depok, di dalamnya anda akan bisa melihat list folder penyimpanan data, pilih (klik) Hosted.

Berikut ini adalah isi dari folder Hosted tadi, terdapat services atau layer-layer di dalamnya.

Untuk mengetahui alamat url layer, anda harus mengklik salah satu nama di folder sampai muncul nama layer beserta ID-nya, sebagai contoh Lintas Bumi bermaksud untuk mengunduh peta Admin_kel (batas kelurahan), maka klik Hosted/Admin_kel (FeatureServer). Berikut tampilannya.

 

#Ketiga: cek fungsi query

Ketika anda sudah di halaman layer, saatnya untuk memastikan bahwa layer yang akan diunduh mempunyai fungsi query, karena jika tidak ada fungsi itu maka layer tersebut tidak akan bisa diunduh. Anda tinggal melihat apakah di bagian bawah tertera Supported Operations : Query

 

#Keempat: cek jumlah fitur

Mengunduh data dengan metode query mempunyai keterbatasan, salah satunya adalah hanya maksimal 1000 fitur yang bisa diunduh dalam satu kali proses (1000 baris pertama pada tabel atribut). Maka itu harus dipastikan dulu berapa jumlah fitur yang ada di layer yang anda inginkan. Caranya adalah klik Query tersebut, lalu masukan parameter berikut; Where: 1=1, Geometry Type: Envelope, Spatial Relationship: IntersectReturn Geometry: False, Return Count Only: True.

Setelah dipastikan semua parameter di set seperti di atas, maka klik tombol Query (GET) ataupun (Post) pada bagian bawah, tunggu beberapa saat sampai muncul di bawahnya angka yang menerangkan berapa jumlah fitur yang dimiliki oleh layer, pada contoh ini adalah 62. Angka tersebut masih di bawah 1000, artinya layer ini cukup sekali proses query sudah bisa diunduh.

 

#Kelima: unduh data

Kini saatnya mengunduh data vektornya, caranya sama dengan query pertama hanya sedikit berbeda pada parameter yang di set. Ulangi proses query dengan parameter menjadi Where: 1=1, Return Geometry: True, Out Fields: * (tanda bintang), Return Count Only: False, Format: KMZ (untuk format bisa juga memilih json atau geojson sebagai alternatif jika gagal). Setelah itu baru klik tombol Query (GET), proses ini akan mengunduh sebuah file berformat JSON.

Hal lain yang harus anda ketahui adalah maksimum waktu request hanya dibatasi 60 detik, jika jumlah fitur banyak dan request ke server melebih 60 detik maka bisa saja query akan gagal (time out) dan gagal unduh. Jika ini terjadi anda bisa memodifikasi paramater query misalkan merubah format jadi JSON / GeoJSON atau pada Where anda membatasi dulu jumlah fitur yang akan diunduh misal sejumlah 5 fitur dulu dengan memasukan (contohnya) Where: OBJECTID < 5 (karena mulai dari 0), query selanjutnya selanjutnya Where: OBJECTID >=5 and  OBJECTID < 10, dst. sampai selesai.



Disarankan jangan terlalu ‘bernafsu’ untuk mengunduh seluruh cakupan wilayah data yang diinginkan, fokuskan pada wilayah yang memang betul-betul anda perlukan. Sebagai alternatifnya masukan koordinat terluar (extent) dari wilayah yang anda inginkan sesuai tipe koordinat yg muncul di halaman service. Anda bisa mengeceknya di Arcmap atau QGIS dengan memasukan shp batas wilayah. Masukan di Input Geometry dengan susunan xmin, ymin, xmax, ymax seperti contoh berikut (kasus peta geoportal Jawa Barat). Untuk memasukan koordinat extent ini, pastikan jenis koordinatnya sudah anda baca di keterangan layernya. Beberapa ada yang menggunakan Pseudo-Mercator — Spherical Mercator (EPSG 3857) seperti Google Map.

Jika query sukses maka akan muncul permintaan untuk mengunduh file KMZ seperti berikut, silahkan anda tentukan nama dan di mana file tersebut akan disimpan. Untuk pilihan berformat json/geojson, jika query sukses biasanya akan menampilkan halaman baru berisi kode json/geojson, silahkan simpan halaman tersebut sebagai file bertipe .json/.geojson atau copykan semua kode di dalamnya ke notepad dan save as menjadi file bertipe .geojson/.json (nama file bebas.).

Jika KMZ
Contoh penamaan jika file unduhan kmz
Kode yang muncul jika format JSON

 

#Keenam: buka file hasil unduh

Contoh yang Lintas Bumi lakukan adalah unduh file bertipe kmz. Untuk membukanya langsung anda bisa menggunakan Google Earth, atau Lintasbumi menggunakan software QGIS. Jika anda pengguna ArcGIS, lakukan impor kml pada toolbox menjadi layer (geodatabase) di ArcMap. Jika format JSON / GeoJSON yang ada pilih ketikaa query maka gunakan QGIS atau Global Mapper, lalu export JSON / GeoJSON menjadi shp. Sampai sini berarti anda sukses mendapatkan data spasial gratis. Selamat mencoba.



3 komentar tentang “Peta Gratis Dengan Mengunduh Fitur Dari ArcGIS Rest Service (Bagian 1)”

  1. Min, kalau saya bisa download hanya sampai 5 objectid saja, di atas 5 file kmz nya empty data, kira2 kenapa ya ? atau ada yang salah dengan pengetikan query saya ? boleh saya diskusi melalui wa atau email min ?

  2. Informasi sangat membantu
    dan mau tanya apa alamat url rest service atr bpn sudah berubah ya? karna saya mencoba seperti yang di contohkan diatas tapi tidak bisa
    terima kasih sebelumnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *